Asyik Bisnis Online, Kepincut Pemilik Ekspedisi

Selasa, 3 November 2020 08:34

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: JUJUK SUWANDONO)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Pandemi Covid-19 tak hanya memporak-porandakan perekonomian. Tapi, virus corona juga bisa meluluhlantakkan rumah tangga Donwori dan Karin.

DONWORI, 29, kena PHK karena perusahaannya sudah tak kuat lagi bertahan akibat pandemi Covid-19. Kejadian itu pada pertengahan Mei lalu. Tepat sepekan sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Itulah awal mula badai dalam rumah tangga Donwori dan Karin, 27. Sejak suaminya tak bekerja, Karin jadi uring-uringan. Gampang tersinggung sekaligus cepat marah. “Dadi sumbu pendek (cepat emosi, Red). Dikit-dikit ngamuk,” curhat Donwori pada Radar Surabaya di warkop dekat Pengadilan Agama (PA) Klas IA Surabaya belum lama ini.

Kian hari Karin pun tambah ndadi. Apalagi, Donwori juga tak kunjung mendapat pekerjaan. “Banyak perusahaan melakukan perampingan. Cari kerjaan juga makin susah, meskipun saya punya keahlian dan pengalaman,” lanjutnya.

Selancar di dunia maya cari lowongan, tanya sana-sini, memasukkan aplikasi ke sejumlah perusahaan, diakui Donwori sudah ia lakukan. Tapi, tetap saja tak ada perusahaan yang memanggilnya. “Akhirnya nyambi jadi ojek (online, Red) sambil nunggu panggilan,” sambungnya.

Namun, lagi-lagi usaha keras Donwori itu belum bisa memuaskan Karin. Pendapatan dari ojek online yang tak sampai Rp 200 ribu sehari, dicibir istrinya itu. “Jare gak cukup gawe tuku maem,” sambungnya, nelangsa.

Singkat kata singkat cerita, Agustus lalu Karin memutuskan meninggalkan Donwori. Ia terpikat dengan Donjuan, 28. Pengusaha ekspedisi yang di masa pandemi ini sedang kebanjiran job. “Dia (Donjuan, Red) pengusaha kaya. Jauh kalau dibandingkan dengan saya yang pengangguran ini,” sambung Donwori, melas.

Karin mengenal Donjuan melalui sosial media (sosmed), Instagram. Keduanya juga sudah pernah bertemu ketika Karin ada keperluan mengirim barang. Setelah pertemuan itu, secara diam-diam mereka mulai intens berhubungan melalui ponsel. “Istri saya ini kan buka usaha jualan online, jadi sering kirim barang. Eh nggak taunya kok ternyata sering ketemu yang punya jasa itu,” kata Donwori.

Yang membuatnya tambah apes, ia mengetahui istrinya selingkuh dengan pria lain ketika usaha online Karin berjalan mulus. Itu diketahui Donwori ketika istrinya terlihat sering pamit ke tempat pengiriman barang milik Donjuan. Ditawari diantar Donwori, Karin memilih menolak. Karin memilih berangkat sendiri.

Hal itu membuat Donwori curiga dan penasaran dengan istrinya. Ketika di rumah, Donwori coba mengecek isi HP Karin. Ternyata kecurigaannya selama ini benar. Di HP Karin ada chatting mesra dengan Donjuan. “Tibake selingkuh ambek wong iku (Donjuan, Red). Pantesan kok sering budal dewe,” tutur Donwori.

Tahu soal itu, Donwori langsung meminta istrinya menjelaskan maksud chatting tersebut. Hingga mereka berdua saling adu mulut. Pada akhirnya hubungan mereka berdua pun tak lagi harmonis seperti sebelumnya. Keharmonisan yang tadinya ada, kini mereka berdua tak saling tegur sapa hingga terjadi gugatan perceraian. “Terakhir dia bilang kalau sudah tidak lagi ingin berumah tangga dengan saya. Karena saya nganggur berbulan-bulan. Ya siapa yang tidak ingin kerja, kondisi seperti ini jadi semakin serba salah,” ucapnya.

Hingga pada akhirnya Donwori pun memilih untuk cerai dengan istrinya di PA Klas IA Surabaya. Setelah mengetahui istrinya tidak lagi ingin bersama memperbaiki rumah tangga yang baru berusia tiga tahun itu. “Dia lebih memilih laki-laki itu ketimbang saya, karena saat ini saya cuma jadi pengangguran,” tandasnya. (*/opi)

(sb/gin/jay/JPR)

Komentar