Pasal Pendidikan Tetap Masuk UU Ciptaker, Begini Respons Komisi X DPR

Selasa, 3 November 2020 23:07

Ilustrasi UU Cipta Kerja

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda menyarankan para pegiat pendidikan untuk melakukan judicial riview ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Hal tersebut berkaitan dengan masuknya pasal 65 yang mengatur tentang perjinan Pendidikan dan Kebudayaan di dalam draf UU kontoversial tersebut.

Padahal, pasal tersebut pada saat pembahasan di Badan Legeslasi (Baleg) menuai banyak protes dari berbagai pihak untuk tidak masuk dalam UU Ciptaker.

Demikian disampaikan oleh Politisi Frkasi PKB itu dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (3/10/2020).

“Saya atas nama Komisi X menyarankan (pegiat pendidikan) untuk menggunakan hak konstitusionalnya melalui judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK),” kata Huda.

Kendati begitu, anak buah Muhaimin Iskandar itu mengimbau untuk tetap mempercayakan hasil judicial riview kepada hakim MK.

Sebab, menurutnya, regulasi atau Undang-undang terkait pendidikan dalam perjalannya juga pernah melakukan pengujian materi dan mendapatkan kepastian hukumnya.

“Sudah pernah ada substansi yang hampir mirip, sudah pernah ada preseden hukumnya,” jelasnya.

“Tentu saya berharap (pegiat pendidikan) memberikan ruang dalam hal ini kepada hakim konstitusi untuk menelaah terkait dengan adanya paragraf 12 pasal 65 itu,” sambungnya.

Meski demikian, Saiful berjanji tetap akan mengawal komitmen dalam pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) UU dijuluki sapu jagat itu.

“Karena ini Undang-undang sudah berlaku, yang paling mungkin adalah kami mengawal terkait dengan PP-nya supaya tidak melebar,” pungkasnya.

Komentar


VIDEO TERKINI