Presiden Jokowi: Oktober Indonesia Resesi

Presiden Jokowi menyambut Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10) sore. Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2020 masih terkontraksi negatif sekitar 3 persen. Dengan demikian, setelah pada kuartal sebelumnya minus 5,32 persen, maka Indonesia resmi masuk jurang resesi.

“Pada kuartal III ini, kita juga mungkin sehari, dua hari, tiga hari akan diumumkan oleh BPS, juga masih berada di angka minus. Perkiraan kami minus 3 persen, naik sedikit,” kata Jokowi di Jakarta, kemarin (2/11).

Sementara itu, kata Jokowi, realisasi investasi juga masih kurang bergairah pada kuartal III/2020. Karena itu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memperkirakan investasi bakal minus lebih dari 5 persen.

Padahal, sudah meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi untuk mendorong investasi pada kuartal III/2020 bisa minus di bawah 5 persen. Namun, hal itu sulit direalisasikan.

Kendati negatif, Jokowi mengklaim angkanya tetap lebih baik dari realisasi kuartal II/2020 yang minus mencapai 5,32 persen. Selain itu, ia juga menyatakan bahwa situasi ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan dengan negara lain.

“Kuartal akhir, saya harapan realisasi belanja betul-betul harus berada pada titik maksimal,” tegas Jokowi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, sebelumnya memprediksi ekonomi kuartal III/2020 terkontraksi atau minus 1 persen sampai minus 2,9 persen. Angkanya lebih tinggi dari perkiraan Jokowi.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR