Setop Gunakan Jeruk Nipis untuk Atasi Jerawat, Ini Penjelasan Ahli

Selasa, 3 November 2020 10:44

Ilustrasi Jeruk Nipis

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – DALAM hal buah jeruk, jeruk nipis adalah favorit.

Baik dimakan sebagai buah, digunakan dalam berbagai hidangan, atau dikonsumsi sebagai jus, semua orang menikmati buah ini.

Bahkan sekarang, jeruk nipis juga digunakan sebagai pengobatan untuk menghilangkan jerawat.

Lantas, benarkah menggunakan jeruk nipis merupakan cara yang aman dan efektif untuk menghilangkan jerawat dengan cepat?

Jawabannya, semua makanan bisa menyebabkan alergi, termasuk jeruk nipis.

Menurut laman Genpi.co, buah yang satu ini bisa memicu gejala alergi, seperti pembengkakan, gatal-gatal, dan kemerahan pada kulit.

Kondisi ini bisa saja muncul ketika Anda mengoleskan jeruk nipis ke kulit sebagai cara untuk menghilangkan jerawat atau saat meminumnya.

Untuk menghindari alergi akibat jeruk nipis, coba lakukan tes alergi terlebih dahulu. Tes ini bisa dilakukan dengan mengoleskan sari jeruk nipis ke lengan bawah. Kemudian, diamkan selama kurang lebih 24 jam dan lihat reaksinya.

Jika tidak ada reaksi negatif seperti gatal atau kemerahan pada kulit, tandanya Anda tidak alergi terhadap buah yang satu ini.

Selain itu, dalam beberapa kasus, mengoleskan jeruk nipis langsung ke kulit juga bisa membuatnya lebih sensitif terhadap sinar matahari.

Akibatnya, kulit bisa mengalami peradangan atau yang dikenal dengan istilah phytophotodermatitis.

Phytophotodermatitis biasanya muncul 24 jam setelah paparan dan memuncak antara 48 sampai 72 jam kemudian.

Gejala yang muncul bisa ringan, bisa juga berat, saat Anda mencoba cara alami ini untuk menghilangkan jerawat dengan jeruk nipis.

Adapun berbagai reaksi yang mungkin muncul, yaitu area terbakar yang cukup luas, sensasi terbakar atau panas pada kulit, gatal pada kulit, kemerahan, dan peradangan pada kulit. Ketika gejala-gejala ini mereda setelah 7 sampai 14 hari, kulit akan mengalami hiperpigmentasi.Hiperpigmentasi adalah kondisi terjadi saat area kulit tertentu lebih gelap dari sekitarnya.

Fase ini biasanya bisa berlangsung selama beberapa minggu atau bulan. Namun, tidak semua orang mengalami hal ini.

Anda juga bisa mengalami reaksi peradangan yang sangat ringan setelah terpapar sinar matahari. Hiperpigmentasi jadi salah satu tanda utama mereka mengalami phytophotodermatitis. (genpi/jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
10
4
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar