Tanggapi Nyinyiran Peningkatan Utang Negara, Ini Jawaban Pedas Sri Mulyani

Selasa, 3 November 2020 10:43

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Utang negara yang terus bertambah di tengah pandemi Covid-19 ikut dikomentari masyarakat. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi hal itu dengan santai. Sebab peningkatan utang pemerintah saat ini merupakan hal yang wajar.

Menurut Sri Mulyani, peningkatan utang pemerintah karena pemerintah wajib memenuhi kebutuhan anggaran penanganan Covid-19 baik dari sektor kesehatan, ekonomi, hingga sosial masyarakat yang kegiatan usahanya terdampak. Termasuk pemulihan ekonomi di saat setoran negara sedang tersendat.

“Orang yang nyinyir ke saya itu utang-utang. Ya nggak apa-apa wong itu utang untuk selamatkan jiwa seluruh Republik Indonesia,” ujarnya secara virtual, Senin (2/11).

Meningkatnya utang pemerintah terlihat dari melebarnya defisit APBN tahun 2020. Dari yang sebelumnya dirancang 1,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), kini menjadi 6,34 persen atau setara dengan 1.039,2 triliun.

Melebarnya defisit dikarenakan penerimaan negara lebih kecil dibandingkan belanja. Salah satu pemenuhannya melalui skema pembiayaan atau utang.

Sri Mulyani menjelaskan, peningkatan jumlah utang pemerintah saat ini salah satunya untuk mengamankan anggaran pendidikan yang tidak boleh diganggu gugat. Selain itu, pemerintah juga memberikan banyak bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat maupun pengusaha yang terdampak Covid-19.

Bagikan berita ini:
7
9
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar