DPR: Sikap Presiden ke Macron Mewakili Muslim Indonesia

Rabu, 4 November 2020 17:37

Anggota Komisi VIII DPR RI, Bukhori Yusuf

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Setelah mengeluarkan pernyataan keras atas sikap Presiden Perancis Emmanuel Macron, DPR menunggu langkah strategis Presiden. Posisi Jokowi sebagai presiden negara Muslim terbesar di dunia, memungkinkan untuk berperan lebih sebelum diambil alih oleh negara-negara lain yang jumlah penduduk Muslimnya tidak sebesar Indonesia.

“Kalau Indonesia bereaksi, akan jauh lebih dipertimbangkan daripada negara-negara Arab atau Afrika yang lain. Jangan sampai peran ini diambil oleh mereka. Apalagi selama ini hubungan Indonesia dengan Perancis baik-baik saja, maka nasihat Presiden Indonesia akan dianggap sebagai masukan sportif tanpa tendensi apapun,” demikian dikatakan KH. Bukhori Yusuf, anggota Komisi VIII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Rabu (03/11) di Jakarta.

Lebih dari sekadar Presiden Indonesia, menurut Bukhori, langkah strategis Jokowi selaku Pemimpin Negara Muslim terbesar di dunia akan sangat didengar oleh negara-negara di Eropa, khususnya Perancis. Oleh karena itu, ia sangat berharap Presiden menindaklanjuti pernyataannya dengan langkah nyata. Misalnya dengan memanggil dutabesar kita di Perancis atau mengutus Menteri Luar Negeri untuk menyampaikan satu memori khusus kepada Pemerintah Negara Perancis.

“Kalau Presiden Indonesia yang bicara, saya kira akan sangat didengar,” tambahnya.

Sabtu (31/10) lalu, siaran YouTube Sekretariat Presiden menyebarkan sikap Presiden Jokowi yang menyatakan Indonesia mengecam keras pernyataan Presiden Perancis yang menghina agama Islam dan melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia.

Bagikan berita ini:
5
7
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar