Jaga UMKM, Jaga Fundamental Ekonomi

  • Bagikan

Peran Sentral OJK di Masa Pandemi

oleh : Yusriadi

Pandemi sempat membuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tertatih-tatih. Tak sedikit yang terpuruk, kemudian tutup. Namun berkat sejumlah pelonggaran, sektor penggerak dasar ekonomi tersebut perlahan pulih lalu bangkit.

Pertengahan Maret 2020 lalu, Sain Alimuddin hanya bisa pasrah. Usaha kulinernya sepi pembeli. Penghasilan seret.

Warga Jalan Daeng Tata, Kota Makassar, Sulawesi Selatan itu pun terpaksa harus menutup sumber kehidupannya. Anjuran tinggal di rumah membuatnya tidak bisa berbuat banyak. Untuk kebutuhan keluarga, ia menggunakan tabungannya seirit mungkin. Modal usaha pun sampai dilibas untuk kebutuhan makan.

"Awal-awal memang susah sekali. Usaha tutup. Modal usaha makanan (bisnis kuliner) pun dipakai untuk bisa makan keluarga," kisahnya, Sabtu (31/10/20).

Kegundahan bapak tiga anak itu tidak sampai di situ. Ia makin puyeng sebab harus memikirkan jatuh tempo kredit di bank. Tidur tak enak, makan apalagi.

Hingga akhirnya ia mendengar kabar jika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan keringanan berupa restrukturisasi kredit. Tak pikir lama, ia segera ke bank tempatnya punya tanggungan kredit. Usai menyetor data diri, dua hari kemudian pegawai bank memberikan kabar jika kreditnya dapat restrukturisasi. "Saya sangat bersyukur. Saat sulit-sulitnya, kredit bisa ditangguhkan beberapa bulan. Alhamdulillah," ujarnya penuh syukur.

Gundah yang sebelumnya dialami Sain sejurus berubah jadi bahagia. Usai mendapat fasilitas restrukturisasi kredit, ia juga menerima kabar bahwa ada keringanan lain yang disiapkan pemerintah. Berupa kredit mikro bagi pelaku UMKM. Nilainya Rp2,4 juta.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan