JPU Beberkan Peran Andi Irfan Jaya, Ternyata Jadi Perantara Djoko Tjandra-Jaksa Pinangki

Rabu, 4 November 2020 17:57

Andi Irfan Jaya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) Andi Irfan Jaya didakwa menjadi perantara suap yang diberikan terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra) kepada mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung RI Pinangki Sirna Malasari.

“Terdakwa Andi Irfan Jaya dengan sengaja memberi bantuan kepada Pinangki Sirna Malasari yang merupakan pegawai negeri,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Didi Kurniawan saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (4/11).

Andi disebut menerima uang sebanyak USD500 ribu dari yang dijanjikan sebesar USD1 juta dari Djoko Tjandra. Uang tersebut diterima guna diteruskan kepada Pinangki.

Jaksa mengungkap, suap sejumlah itu diberikan agar Pinangki mengurus fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejaksaan Agung supaya putusan Peninjauan Kembali (PK) Djoko Tjandra tidak dieksekusi.

“Dalam kapasitas Pinangki Sirna Malasari selaku pegawai negeri atau penyelenggara negara mengurus fatwa Mahkamah Agung melalui Kejaksaan Agung agar pidana penjara yang dijatuhkan kepada Joko Soegiarto Tjandra berdasarkan Putusan PK Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi sehingga Joko Soegiarto Tjandra bisa kembali ke Indonesia tanpa harus menjalani pidana,” ujar Jaksa Didi.

Kasus ini bermula ketika Andi, Pinangki, dan pengacara Anita Dewi Anggraeni Kolopaking melakukan pertemuan dengan Djoko Tjandra pada 25 November 2019. Pertemuan diselenggarakan di Kantor The Exchange 106, Kuala Lumpur, Malaysia.

Komentar