Neta S Pane: Kasihan HRS, Jadi Korban Halusinasi Pendukungnya

Rabu, 4 November 2020 19:21

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane -- jawa pos

FAJAR.CO.ID — Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) mengapresiasi respons Menko Polhukam Mahfud MD terkait kepulangan Imam besar FPI. Sebab, hal itu tidak perlu terlalu dihebohkan karena hanya warga negara biasa.

“Kepulangan seorang warga negara biasa yang tidak perlu dibuat heboh,” kata Ketua Peresedium Neta S Pane saat dihubungi Pojoksatu.id di Jakarta, Rabu (4/11/2020).

“Apa yg disampaikan Mahfud MD itu patut diapresiasi. Sebagai menko polhukam, Mahfud MD terlihat promoter dlm menghadapi Isu kepulangan Rizieq,” lanjutnya.

Pane pun beranggapan bahwa ada kelompok tertentu yang sengaja membesar-besarkan isu kepulauan HRS.

Hal tersebut, kata Pane, lantaran mereka sudah kehilangan seorang figur atau tokoh.

“Bagi ipw, Isu kepulangan HRS sengaja digembar-gemborkan karena kelompok tertentu di sebagian masyarakat sudah merasa kehilangan figur atau tokoh,” tandasnya.

Namun, Pane tidak menjawab lebih detail terkait siapa pendukung yang dimaksudkannya itu. “Saya kira ngga usah dikasih detailnya,” kata Pane.

Ia hanya menyebutkan setelah beralihnya Prabowo Subianto ke Presiden Joko Widodo kelompok-kelompok tersebut kehilangan arah.

“Setelah hengkangnya Prabowo dan bergabung dgn Jokowi, kelompok2 tersebut kehilangan arah, gamang, dan tidak percaya diri,” lanjut Pane.

Ia mengatakan, hak tersebutlah yang membuat kelompok itu berhalusinasi dengan mencari figur lain menggantikan HRS.

Bahkan lebih ironisnya, kelompok tertentu, tambah Pane menyamakan HRS dengan Ayatollah Ruhollah Khomeini dalam revolusi Iran pada waktu itu.

Komentar