Oknum ASN Pemkab Gowa Berulah, Kedapatan Pakai Simbol Paslon Bupati

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, GOWA - Salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemkab Gowa kedapatan bersikap tidak netral selama masa Pilkada 2020 ini.

Oknum ASN itu berasal dari Kecamatan Tinggimoncong, kedapatan memakai simbol salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Gowa.

Komisioner Bawaslu Gowa, Juanto Avol membenarkan pelanggaran yang dilakukan oleh ASN yang bekerja di bawah naungan Pemkab Gowa ini. Oknum itu pun telah diperiksa.

"Diduga melanggar netralitas ASN karena ditemukan sebuah foto menggunakan simbol pasangan calon, pada akun media sosial milik orang lain," katanya, Rabu (4/11/2020).

Oknum ASN yang berjenis kelamin perempuan itu telah menjalani pemeriksaan di kantor Bawaslu Gowa, dan dimintai sumpah atas pelanggaran yang diduga dia lakukan.

Lanjut Avol, seharusnya ASN lebih profesional dan tidak berpolitik praktis. Terlebih pemerintah pusat sudah mewanti, akan memberikan teguran kepada Kepala Daerah terkait banyaknya pelanggaran ASN di masing-masing wilayahnya.

"Mendagri sudah berikan teguran pada kepala daerah terkait ASN yang tidak netral. Harusnya sinyal itu ditanggapi positif di momentum Pilkada ini," jelasnya.

Kendati dilarang ikut terlibat politik praktis, hak bagi setiap ASN untuk tetap memilih pada hari pemilihan kelak, tetap diperbolehkan selama tidak menggunakan atribut paslon di TPS.

Apalagi, lanjut Avol, insan ASN adalah seorang abdi negara. Bukan abdi politisi. Apalagi simpatisan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati.

"Hak politik ASN memang tidak dicabut. Namun dilarang terlibat kampanye politik praktis sesuai dengan UU ASN Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN dan Pasal 71 UU Nomor 10 Tahun 2016." tegasnya. (Ishak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan