Restrukturisasi Kredit Sebagai Terobosan OJK di Tengah Pandemi

Rabu, 4 November 2020 14:58

Bahkan, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menyebut, situasi saat ini unpredictable sehingga yang harus dilakukan adalah menyiapkan rencana-rencana yang bersifat pre-emprive, forward looking atau extraordinary yang diperkuat sinergi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menopang lembaga jasa keuangan dan pelaku usaha agar bisa tetap beraktivitas di tengah pandemi.

Tentu dengan berbagai catatan melihat respons masyarakat, dunia usaha, UMKM, dan debitur. Hal ini menjadi penting sebagai upaya penyempurnaan program agar ke depan penerapannya jauh lebih efektif dan benar-benar bisa dimanfaatkan masyarakat.

Terlebih, Pemerintah sudah melakukan berbagai langkah konstruktif dan terencana seperti stimulus fiskal, subsidi bunga dan penempatan dana perbankan, Jaring Pengaman Sosial (JPS), bantuan upah dan insentif perpajakan. Kehadiran OJK dalam mensinergikan kebijakan pemerintah serta kebijakan Bank Indonesia (BI) sangat vital. Termasuk melakukan evaluasi dan monitoring program PEN mulai dari pusat hingga daerah.

Pada gilirannya, fokus OJK sebagaimana yang telah dicanangkan benar-benar bisa dijalankan. Yakni efektivitas penanganan pandemi, membuka aktivitas ekonomi bertahap degan protokol kesehatan, penerapan tiga T (Testing, Tracing, dan Treatment) untuk mencegah penyebaran, menerapkan kebijakan relaksasi lanjutan, konsolidasi indusri jasa keuangan untuk meningkatkan daya saing, dan percepatan adobsi teknologi.

Kemudian, penyempurnaan ekosistem digitalisasi keuangan, menggerakkan ekonomi daerah dengan memperluas akses keuangan, memperpanjang kebijakan relaksasi restrukturiasi, koordinasi dengan pelaku usaha dan asosiasi dalam meningkatkan demand masyarakat, dan senergi dengan pemerintah menggerakkan sektor korporasi dan konsumsi.

Komentar


VIDEO TERKINI