Restrukturisasi Kredit Sebagai Terobosan OJK di Tengah Pandemi

Rabu, 4 November 2020 14:58

Pada gilirannya, fokus OJK sebagaimana yang telah dicanangkan benar-benar bisa dijalankan. Yakni efektivitas penanganan pandemi, membuka aktivitas ekonomi bertahap degan protokol kesehatan, penerapan tiga T (Testing, Tracing, dan Treatment) untuk mencegah penyebaran, menerapkan kebijakan relaksasi lanjutan, konsolidasi indusri jasa keuangan untuk meningkatkan daya saing, dan percepatan adobsi teknologi.

Kemudian, penyempurnaan ekosistem digitalisasi keuangan, menggerakkan ekonomi daerah dengan memperluas akses keuangan, memperpanjang kebijakan relaksasi restrukturiasi, koordinasi dengan pelaku usaha dan asosiasi dalam meningkatkan demand masyarakat, dan senergi dengan pemerintah menggerakkan sektor korporasi dan konsumsi.

Penyempurnaan Regulasi

Peraturan OJK (POJK) Nomor 11 /POJK.03/2020 Tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Corona Virus Disease 2019 patut diapresiasi sebagai sebuah terobosan. Regulasi ini memberikan ruang yang besar bagi masyarakat untuk bernapas di tengah kondisi ekonomi yang terjun bebas sejak kuartal kedua 2020.

Bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah memastikan Indonesia sudah masuk jurang resesi. Pada posisi ini, OJK sesungguhnya sangat diperlukan perannya. Kehadiran OJK dalam menata dan menjaga stabilitas jasa keuangan sangat urgen agar kondisi perekonomian nasional segera pulih dimana pada kuartal ke ketiga tahun ini sudah menunjukkan ada perbaikan, meski masih mengalami kontraksi.

Bagikan berita ini:
9
9
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar