Ekonomi Sulsel Mulai Membaik, BPS Sebut Triwulan II ke III Tumbuh 8,18 Persen

Kamis, 5 November 2020 17:22

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan kembali merilis angka pertumbuhan ekonomi di Sulsel pada triwulan III tahun 2020 yang tercatat mengalami kontraksi sebesar minus 1,08 persen jika dilihat dari tahun ke tahun (Y to Y).

Sementara pertumbuhan ekonomi dari triwulan II ke triwulan III (Q to Q), justru bertumbuh positif 8,18 persen.

Melihat itu, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan meskipun pertumbuhan ekonomi Sulsel pada triwulan III masih minus 1,08 persen. Namun setidaknya jauh lebih baik pada kuartal sebelumnya yang terkontraksi 3,6 persen. Artinya, kata dia, ekonomi Sulsel tumbuh 2 persen.

“Memang dari tahun ke tahun (y to y) di kuartal III pertumbuhan ekonomi Sulsel masih kontraksi 1,08 persen. Artinya ekonomi Sulsel tumbuh 2 persen dari kuartal sebelumnya yang terkontraksi 3,6 persen,” kata Nurdin, saat ditemui di Kantor Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel, Rabu (5/11/2020).

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi Sulsel dari kuartal ke kuartal (Q to Q). Nurdin menyebutkan ekonomi Sulsel tumbuh hingga 8,18 persen.

“Dari tahun ke tahun memang kita minus 1 tapi ekonomi Sulsel tumbuh 2 persen dari kuartal II yang minus 3,6 persen. Sementara (Q to Q) kita tumbuh 8, 18 persen. Artinya kerja-kerja pemerintah selama masa pandemi ada peningkatan, selama pandemi kita bagus,” ujar Nurdin.

Kendati meningkat dari triwulan sebelumnya, Nurdin berharap pada kuartal IV pertumbuhan ekonomi Sulsel dapat lebih baik.

“Daya beli masyarakat kita dongkrak, karena pertumbuhan itu kacanya di situ, belanja pemerintah harus dipercepat. Karena kita harap investasi mungkin semua negara mengalami hal sama dimasa pandemi, karenanya kedepan apa yang kita sudah lakukan di kuartal ketiga harus kita perkuat lagi,” tukas Nurdin.

Terpisah, Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah membeberkan terdapat beberapa subsektor yang mengalami pertumbuhan. Mulai dari produksi penangkapan ikan di laut selama kuartal III tahun 2020 yakni sebesar 91 ribu ton atau naik 13,83 persen dari kuartal II tahun 2020.

Namun dibandingkan tahun lalu, produksinya turun hingga -28,3 persen. Sedang produksi rumput laut sedikit mengalami penurunan yakni -0,56 persen dari kuartal II tahun 2020. Begitupun dengan sektor transportasi.

“Secara umum, terjadi peningkatan yang signifikan dari konsumsi masyarakat terhadap transportasi darat, laut, dan udara bila dibandingkan triwulan II tahun 2020. Jumlah penumpang yang berangkat melalui Bandara Hasanuddin meningkat signifikan hingga tumbuh 257 persen dari kuartal II tahun 2020,” ucap Yos.

“Dan triwulan 3 ini, sektor konstruksi pun kembali bangkit. Realisasi belanja modal dari APBN naik 30 persen. Sedang realisasi DAK fisik terealisasi hingga 2,6 Triliun rupiah selama Januari sampai September 2020, naik 125 persen dari tahun lalu,” tutup Yos. (Anti/fajar)

Komentar


VIDEO TERKINI