Jual Drone Senilai Rp8,7 Triliun ke Taiwan, Amerika Bikin Tiongkok Naik Pitam

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID -- Departemen Luar Negeri AS mengumumkan penjualan drone pada Selasa (3/11). Penjualan drone bersenjata oleh Negeri Paman Sam ke Taiwan menjadi pemantik tambahan ketegangan antara AS dan Tiongkok.

Beijing merasa Washington telah melanggar kedaulatan negaranya. Selama ini, Tiongkok selalu menganggap Taiwan adalah bagian dari wilayahnya, bukan negara yang merdeka dan berdiri sendiri.

"Tiongkok akan mengambil langkah yang sah dan diperlukan untuk merespons perubahan situasi ini," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Wang Wenbin, Rabu (4/11/2020) sebagaimana dikutip NBC News.

Pernyataan di hadapan para pekerja media itu menanggapi penjualan 4 unit drone MQ-9 Reaper senilai USD600 juta atau setara Rp8,7 triliun ke Taiwan.

Negara yang dipimpin Presiden Donald Trump itu berharap drone tersebut bisa meningkatkan level pertahanan Taiwan atas ancaman Tiongkok.

Menurut Wang, penjualan itu justru mengirimkan sinyal yang salah ke militer Taiwan. Versi Beijing, Taiwan adalah salah satu provinsi mereka.

Sama seperti Hongkong yang memiliki pemerintahan sendiri, tetapi tetap menjadi bagian dari Tiongkok. Negeri Panda itu berjanji suatu hari nanti menyita senjata-senjata tersebut.

Drone tersebut adalah bagian dari beberapa paket penjualan senjata ke Taiwan yang diungkap AS beberapa pekan lalu. Total nilainya mencapai USD4,2 miliar atau Rp61,05 triliun. Selain drone, ada juga rudal antikapal Harpoon, rudal jelajah SLAM-ER, teknologi pengintaian udara, dan peluncur roket ringan.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan