Kasus Polisi Salah Tangkap Dosen UMI, Ini Kabar Terbaru dari Brigjen Awi Setiyono

Kamis, 5 November 2020 11:44

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Awi Setiyono. (FOTO: ANTARA)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Seorang dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar bernama Andry Wardhana Mamonto, sempat menjadi korban salah tangkap oleh aparat kepolisian ketika menolak UU Cipta Kerja yang berakhir rusuh pada 8 Oktober lalu.

Namun, sampai saat ini kasus itu belum menemukan titik terang.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, Polda Sulawesi Selatan telah menerima dua laporan terkait dugaan salah tangkap tersebut. Menurutnya, Bidang Propam Polda Sulsel tengah mengusut kasus itu.

“Kami sudah tanyakan sambil kami cek memang sudah ada orang-orang yang dilakukan klarifikasi, tetapi yang jelas kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” ujar Awi ketika dikonfirmasi, Kamis (5/11).

Menurut Awi, pihaknya akan segera mengungkap perkembangan kasus dugaan salah tangkap tersebut.

“Nanti kami akan sampaikan update, bisa nanti ditanyakan langsung ke Kabid Humas Polda Sulsel karena masih penyelidikan,” tambah Awi.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo mengatakan, sampai saat ini kasus itu masih dalam proses penyelidikan. “Belum ada kesaksian yang bisa menggambarkan kejadiannya,” katanya.

Menurut Ibrahim, untuk dugaan kasus penganiayaan dalam salah tangkap itu belum bisa dibuktikan. Sebab, peristiwanya terjadi pada malam hari.

“Saat itu kondisi samar-samar. Ada data pendukung, namun tidak bisa diekspos karena termasuk info yang dikecualikan sesuai UU KIP (Keterbukaan Informasi Publik, red),” tambah Ibrahim.

Komentar