Ormas Islam dan Ulama Kompak Serukan Boikot Produk Prancis

Kamis, 5 November 2020 08:56

Sejumlah ormas Islam menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Prancis di Jakarta, Senin (2/11). Aksi itu sebaga...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden Prancis Emmanuel Macron sampai saat ini belum juga meminta maaf kepada umat muslim dunia, terkait pernyataan kontroversialnya yang dianggap menghina Nabi Muhammad SAW.

Atas hal itu, sejumlah aksi demo masih terus digelar di depan Kedutaan Besar Prancis, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (4/11).

Para pedemo menuntut permintaan maaf Emmanuel Macron. Massa aksi juga banyak yang membawa poster-poster berisi seruan untuk memboikot produk Prancis. Di antaranya berisikan tulisan ‘Boycott French Product, France The Real State Terrorism’ dengan gambar karikatur Emmanuel Macron.

Aksi demo kali ini dimotori sejumlah ormas Islam, seperti PA 212, GNPF Ulama,Gerakan Pemuda Islam Indonesia hingga Front Pembela Islam (FPI).

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Kiai Muhyiddin Junaidi menyerukan untuk memboikot produk yang berasal dari Prancis.

Hal itu dilakukan setelah mendengar tindakan penghinaan yang dilakukan Emmanuel Macron terhadap Nabi Muhammad SAW dan agama Islam.

“Memboikot semua produk yang berasal dari negara Prancis serta mendesak pemerintah RI untuk melakukan tekanan dan peringatan keras kepada pemerintah Prancis,” kata Muhyiddin dalam keterangannya.

Hal senada diungkapkan oleh Ustaz Tengku Zulkarnain selaku Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan MUI melalui cuitannya pada 2 November 2020 lalu.

“Danone produser barang-barang asal Prancis. Aqua adalah salah satunya. Presiden Prancis menghina Islam dan Nabi Muhammad. Masak sih umat Islam tega mengkonsumsi Aqua dan produk Prancis lainnya? Kaum muslimin jangan diam. Buatlah sekecil apapun yang bisa dibuat,”cuit Tengku Zulkarnain di akun Twitternya.

Komentar


VIDEO TERKINI