7 Tips Kelola Keuangan untuk Pekerja yang Penghasilannya Berkurang Akibat Covid-19

Jumat, 6 November 2020 17:39

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa rata-rata upah buruh di Agustus 2020 telah turun 5,18% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat pengangguran di Indonesia juga menyentuh 9,77 juta atau naik 2,67 juta dari Agustus 2019.

Disebutkan pula dalam Berita Resmi Statistik BPS terbaru bahwa, dari total penduduk usia kerja yang berjumlah 203,97 juta orang, 14,28% di antaranya atau 29,12 juta orang terdampak COVID-19. 

COVID-19 memang menyebabkan tekanan pada perekonomian Indonesia. Pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2020 dinyatakan -3,49% dari kuartal III 2019. Meski demikian jika dilihat secara per kuartal, ekonomi Indonesia tumbuh 5,05% dari kuartal II 2020 ke kuartal III 2020. 

Bukan rahasia lagi bahwa ketika berbagai sektor industri mengalami tekanan, maka para pekerja rentan mengalami risiko berkurangnya penghasilan bulanan hingga pemutusan hubungan kerja. 

Berikut adalah tips perencanaan keuangan dari Lifepal.co.id bagi karyawan yang terdampak COVID-19 dan mengalami pengurangan penghasilan bulanan.

Jangan sembarangan mengurangi pengeluaran Anda

Khawatir mengeluarkan uang dalam jumlah besar itu wajar karena pemasukan bulanan Anda juga sedang berkurang. Di samping itu, muncul pula kekhawatiran lain yaitu hilangnya pekerjaan karena perusahaan tempat Anda bekerja ingin melakukan penekanan biaya operasional.

Secara garis besar pengeluaran pun dibagi menjadi tiga yaitu, pengeluaran yang bersifat wajib dibayar, pengeluaran yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup, dan pengeluaran yang bersifat keinginan. Berhemat tentu menjadi solusi, namun kita tidak bisa asal dalam mengurangi pengeluaran. 

Komentar