Dewi Tanjung ke Habib Rizieq: Katanya Ulama, Rasulullah Saja Ngga Sombong

Jumat, 6 November 2020 11:10
Belum ada gambar

Dewi Tanjung. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kader PDI Perjuangan, Dewi Tanjung meminta pentolan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab agar tidak menyebar ancaman kepada orang-orang yang menudingnya overstay.

Sebab menurut Dewi Tanjung, Rizieq Shihab memang benar pulang karena overstay

“Rizik ngga usah kau ngancam-ngancam orang. Faktanya kau memang overstay dan dideportasi oleh Pemerintah Arab,” tulis mantan artis ini dikutip akun twitternya, Jumat (6/11).

Dewi Tanjung bahkan menyebut kelakuan Rizieq Shihab tidak mencerminkan seorang ulama.

“Katanya ulama tapi kelakuan kau tidak mencerminkan sifat yang santun sesuai ajaran agama Islam yang baik dan benar. Rasulullah aja ngga sombong. Kau cuma manusia biasa sombong dan ujub.” Katanya.

Sebelumnya, Habib Rizieq Shihab, mengatakan, akan proses hukum pihak-pihak atau pejabat negara yang menudingnya overstay di Arab Saudi.

“Saya nyatakan kalau ada pejabat yang mengatakan saya overstay, saya akan tuntut secara hukum. Keran itu berarti menuduh saya melakukan pelanggaran.” Ucapnya di chanel YouTube FRONT TV, dikutip Kamis (5/11).

Namun, pernyataan Rizieq Shihab ini dibantah oleh Mahfud MD. Menkopolhukam ini mengatakan, , kepulangan Rizieq Shihab ke Indonesia karena dirinya dideportasi pemerintah Arab Saudi. Hal itu karena dia melanggar keimigrasian.

“Satu hal yang belum dicabut, dia itu akan dideportasi. Karena apa? Melakukan pelanggaran imigrasi.” Jelas Mahfud MD di Youtube CokroTV.

Mahfud menjelaskan, Rizieq Shihab melanggar keimigrasian, yaitu overstay. “Pelanggaran imigrasinya over stay. Dia dideportasi karena melakukan pelanggaran keimigrasian.” Kata Mahfud lagi.

Mahfud mengatakan, pemerintah juga tidak melarang Habib Rizieq untuk kembali ke Indonesia. “Sol Rizieq Shihab mau pulang atau tidak, itu kan urusan Rizieq Shihab. Kita tidak boleh menghalangi.” Ucap Mahfud MD. (fin)

Bagikan berita ini:
7
2
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar