Jelang Muktamar PPP, Suharso Monoarfa Tersandung Dugaan Kasus Gratifikasi

plt-ketum-ppp-suharso-monoarfa-ist

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pelaksana tugas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang juga Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas sekaligus Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan dokumen pelaporan, Suharso diketahui dilaporkan oleh politikus PPP Nizar Dahlan. Dalam laporannya, Nizar menduga terdapat dugaan penerimaan gratifikasi oleh Suharso berupa carter pesawat jet pribadi ketika melakukan kunjungan ke Medan dan Aceh bebebrapa waktu lalu.

Laporan dugaan gratifikasi tersebut dibenarkan oleh Pelaksana Tugas Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ali Fikri.

“Setelah kami cek, berdasarkan informasi yang kami terima benar ada laporan dimaksud,” ujar Ali Fikri ketika dikonfirmasi, Jumat (6/11/2020).

Ali mengatakan, KPK tentu akan menganalisa lebih lanjut terhadap setiap laporan masyarakat yang diterima. Laporan tersebut, kata dia, juga akan diverifikasi secara mendalam oleh tim KPK.

Selanjutnya, kata Ali, pihaknya akan melakukan penelaahan dan kajian terhadap informasi dan data itu.

Ia menerangkan, KPK tidak akan menuntup kemungkinan melakukan proses hukum apabila berdasarkan hasil penelaahan dan kajian ditemukan adanya indikasi tindak pidana korupsi.

“Apabila dari hasil telaahan dan kajian memang ditemukan adanya indikasi peristiwa pidana, maka tidak menutup kemungkinan KPK tentu akan melakukan langkah-langkah berikutnya sebagaimana hukum yang berlaku,” tegas Ali.

Diketahui nama Suharso Monoarfa masuk dalam kandidat calon ketua umum PPP dalam Muktamar PPP IX yang akan dihelat di Makassar 19-21 Desember mendatang.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR