Pro Kontra Plt Kadis Kesehatan Makassar Dijabat Seorang Insinyur, Tepatkah?

Jumat, 6 November 2020 09:04

Sahruddin Said

Sahruddin memandang, seorang Sekdis setidaknya paham dan menguasai alur administrasi serta pemerintahan di lingkup tempatnya berdinas. Apalagi hanya pejabat sementara untuk sekedar mengisi kekosongan jabatan selama 3 bulan ke depan.

“Dinas kesehatan itu butuh sosok manajerial yang paham dalam lingkup Dinas Kesehatan itu sendiri. Paling tidak alur administrasi dan pemerintahan dia kuasai, itu kalau hanya Plt ya, yang sekedar mengisi jabatan kosong. Paling tidak dia paham melanjutkan tongkat estafet pemerintahan. Bukan berarti dia harus berlatar belakang orang kesehatan atau dokter. Tidak apa-apa menurut saya,” ungkapnya lugas.

Pemikiran berbeda diungkapkan Anggota Komisi A DPRD Kota Makassar, Ray Suryadi Arsyad. Ia menyayangkan kebijakan Pj Walikota karena tidak menunjuk orang yang pas menakhodai bidang-bidang vital seperti Dinas Kesehatan. Bagi dia ini berbahaya.

“Kita tidak mungkin memberikan kepercayaan kepada orang yang tidak mempunyai keahlian yang akan dia kerjakan nantinya. Sedangkan Dinas Kesehatan erat kaitannya dengan kedokteran. Ini adalah bidang yang sangat penting yang harus jadi perhatian pemerintah untuk memperbaiki segalanya. Utamanya di masa pandemi seperti ini,” ujar Ray.

Menurut dia, dalam keadaan darurat wabah seperti ini, pos pucuk pimpinan Dinas Kesehatan harus diisi oleh orang yang proporsional di bidang kesehatan. Karena memang kondisinya sedang darurat.

Sementara itu, Pj Walikota Makassar, Rudy Djamaluddin berpendapat bahwa pucuk pimpinan di Diskes Makassar yang terpenting adalah memiliki ilmu menejerial.

Komentar


VIDEO TERKINI