Rp18 Miliar Uang Palsu Gagal Beredar

BEREDAR DI JATIM: Polisi menunjukkan barang bukti uang palsu dan enam orang tersangka. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Peredaran uang palsu (upal) senilai Rp 18 miliar digagalkan Satreskrim Polrestabes Surabaya. Uang palsu tersebut diduga sudah beredar di sejumlah kota di Jatim.

Polisi mengamankan enam tersangka. Salah satunya Sugiyanto, warga Mangga Besar IV-S, Tamansari, Jakarta Barat, otak pemalsuan uang. Tidak hanya upal, polisi juga mengamankan barang bukti alat cetak dan sablon serta peralatan produksi uang palsu.

Selain Sugiyanto, lima tersangka yang ditahan adalah Suwandi, 53, warga Perumahan Griya Permata Marie, Kranggan, Mojokerto; Umar, 34, warga Jalan Bukit Palma Blok C4, Surabaya, SYG, 41, warga Kaliwungu, Jombang, Nistam, 62, warga Cengkareng, Jakarta Barat, serta HRDS, warga Jalan Taman Pinang Indah, Tangerang. Tersangka Suwandi dan Umar ditangkap saat transaksi di Surabaya.

Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo mengatakan, penangkapan komplotan upal itu bermula ketika dua orang pengedar upal dicokok di Surabaya. Pihaknya bekerja sama dengan Polres Ngawi, Polres Mojokerto, dan Polda Jatim untuk mengungkap jaringan ini sampai ke akar-akarnya.

Benar saja, akhirnya empat tersangka diringkus, termasuk otak pembuatan upal, Sugiyanto, warga Jakarta Barat. “Alatnya kami amankan di Mojokerto. Sementara otaknya kami amankan di Jakarta dan Jawa Barat,” ujar Hartoyo.

Ide awal produksi upal berasal dari Sugiyanto. Ia mengajak Nistam, seorang residivis yang dua kali masuk penjara karena kasus upal. Mereka merencanakan untuk membuat upal di Kabupaten Jombang. Kemudian menghubungi HRDS untuk membuat desainnya. Setelah itu, semua peralatan produksi upal dibeli komplotan tersebut.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR