Bersuara Lirih dalam Pesan Pilkada Damai, Pengamat: Appi Menunjukkan Karakter Kepemimpinannya

Minggu, 8 November 2020 21:27

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pesan damai mengalir dari mulut Calon Walikota Makassar nomor urut 2, Munafri Arifuddin (Appi) saat sesi Closing Statement dalam debat perdana di Jakarta, Sabtu (7/11/2020) malam. Suaranya lugas namun terdengar lirih.

Wajar jika ia dilanda pilu lantaran salah satu pendukung setianya menjadi korban pembacokan oleh orang tak dikenal. Alhasil, Muharram Madjid atau yang akrab disapa Musjaya mengalami luka cukup dalam akibat ditusuk dengan benda tajam di bagian tubuh pinggang belakang sebelah kiri saat hendak mengikuti acara debat Pilwalkot Makassar di salah satu stasiun TV Swasta di Jakarta.

“Sebelum saya memulai kalimat penutup ini, saya ingin sampaikan, bahwa salah satu pendukung kami ditikam di depan halte, gedung ini. Kami ingin Pilkada damai, kedepankan fairness, demi menghasilkan pemimpin berkualitas,” ucap Appi.

Bukan justru menuduh atau menyerukan ‘perang’, Kandidat berjargon Makassar Bangkit itu justru menyerukan kepada seluruh pendukungnya untuk tetap tenang dan menyerahkan perkara ini pada pihak kepolisian.

“Kita percayakan pihak kepolisian menyelesaikan ini. Beliau korban orang tak dikenal. Dari sini kami akan langsung ke rumah sakit untuk menjenguknya. Mari sama-sama mendoakan saudara kita,” tuturnya.

Padahal dalam sesi penyampaian kalimat penutup itu, menjadi kesempatan baik dirinya untuk mengajak seluruh masyarakat Kota Makassar memilik dirinya di bilik TPS 9 Desember mendatang, seperti yang diserukan paslon lain. Namun Appi tak melakukan itu.

Komentar