10 Persen Penduduk Miskin Sulsel Ada di Bone

Senin, 9 November 2020 10:00

Warga Lamuru, Kakek Hannaking yang tinggal digubuknya bersama istri dan enam anaknya. (FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR)

Menurut Hannaking, sudah sekitar satu dekade tinggal di gubuknya ini. Kalau makan kadang ke rumah keluarga yang tak jauh dari kediamannya. Saat menceritakan pekerjaannya ketawanya lugas. “Di dekat rumah saja kerja, Nak’. Manjat pohon kelapa,” sebutnya.

Peghasilan yang didapatkan dari memanjat pohon kelapa tidaklah seberapa. Malah tak cukup untuk biaya makan sehari-hari bersama keluarga. “20 pohon kelapa itu dapat Rp200 ribu. Itupun tidak menentu,” bebernya.

Saat ditanyakan soal bantuan pemerintah dia mengakui pernah ada dalam bentuk sembako. “Bantuan korona pernah ada. Kalau bantuan uang belum pernah terima,” bebernya.

Sementara jika berkaca pada data Badan Pusat Statistik 2019, pada periode 2012 hingga 2015 terlihat adanya tren penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin. Namun, pada tahun 2016 terjadi sedikit peningkatan jumlah penduduk miskin secara absolut.

Kemudian pada tahun 2017-2018kemiskinan kembali meningkat baik dari sisi jumlah absolut penduduk miskinmaupun persentase penduduk miskin. Pada tahun 2018 kemiskinan mencapai 79,57 juta jiwa atau sebesar 10,55 persen dari total penduduk Bone.

Bagikan berita ini:
4
9
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar