Agung Wibowo Hadi ke Adian Napitupulu: Jangan Cengeng Kayak Anak Kecil

Senin, 9 November 2020 13:43

Adian Napitupulu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Direktur Kajian Lintas Generasi Agung Wibowo Hadi menilai, sikap Sekjen Perhimpunan Aktivis Nasional 98 (PENA 98) Adian Napitupulu yang terus menerus menyudutkan Menteri BUMN Erick Thohir, kekanak-kanakan dan hanya membuat gaduh.

Agung pun meminta Adian Napitupulu untuk segera menghentikan aksinya. Adian diketahui beberapa kali melontarkan kritikan tajam kepada Erick Thohir.

Bahkan kemudian mengaitkannya dengan persiapan Pemilihan Presiden 2024. Agung mengingatkan, Erick merupakan menteri di kabinet Joko Widodo, sementara Adian pendukung setia mantan gubernur DKI Jakartar itu.

“Adian seharusnya lebih bijak dalam melontarkan pernyataannya. Apalagi sebagai anggota dewan, seharusnya mengedepankan data dan fakta yang ada,” ujar Agung dalam keterangannya, Senin (9/11).

Agung mengakui, kritikan terhadap menteri merupakan hal yang biasa. Karena menteri merupakan jabatan publik. “Namun, sebagai eksponen’98, kritik seharusnya bersifat korektif dan konstruktif. Bukan sekadar membela kepentingan sempit” ucapnya.

Agung juga merupakan aktivis ’98 dan salah satu pendiri Forkot.

Dalam pandangannya, ia juga menegaskan bahwa porsi jabatan di BUMN bukan Adian Napitupulu yang menentukan. “Itu bukan wewenang Adian mengurusi jabatan di BUMN. Coba lihat saja dari sekian ratus organ relawan pendukung Jokowi, nampaknya hanya Adian saja yang berisik dan gaduh meminta porsi jabatan di BUMN,” katanya.

Ia kemudian menyarankan agar Adian sebaiknya fokus terhadap kerja sebagai anggota dewan yang dibidanginya. Sesama aktivis ’98, Agung juga mengngatkan Adian Napitupulu agar lebih serius menuntaskan cita-cita reformasi daripada sibuk mengurus jabatan.

“Seharusnya Adian paham dan sadar diri posisinya wakil rakyat, harus lebih giat bekerja untuk rakyat. Jangan cengeng dan kayak anak kecil, jika keinginannya tidak diakomodir lantas berisik, mewek dan gaduh. Fokus saja menuntaskan agenda reformasi yang 1998 kita suarakan,” katanya.

Sementara itu, terkait niat Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) membawa kicauan staf khusus Erick Thohir, Arya Sinulingga ke ranah hukum, Agung menduga bukan Arya yang menjadi sasaran target, melainkan Erick Thohir.

“Sikap yang sangat arogan dan antikritik. Orang yang suka mengkritik kok enggak bisa dikritik ya? Ini memalukan eksponen 98, sangat kekanak-kanakan. Hadapi gagasan dengan gagasan, data dengan data. Kalau takut dikritik ya jangan suka kritiklah yang belum jelas kebenarannya dan jangan jadi anti demokrasi pula,” pungkas Agung.

Sebelumnya, Pospera menilai kicauan Arya di media sosial terkesan memfitnah, menyebarkan kebencian dan nama baik Organisasi di sosial media. Karena itu, Pospera memberi waktu 3×24 jam untuk meminta maaf.

Jika tidak, mereka akan menempuh langkah hukum. Pospera belum menyebut kicauan Arya yang mana, yang terkesan memfitnah dan menyebarkan kebencian dan nama baik organisasi. Pospera berencana akan menggelar konferensi pers terkait hal tersebut, siang ini. (jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
2
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar