Dosen Pembimbing Mahfud MD Sebut UU Ciptaker Tipologi UU Ortodok Otoriter

Senin, 9 November 2020 09:45

Menteri Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD-- jawa pos

Ia menjelaskan bahwa UU Ciptaker merupakan hukum yang memaksa, tidak mengayomi.

“Secara formal berlaku. Tapi ini bukan hukum yang mengayomi, tetapi hukum yang memaksa,” kata Maria.

Lalu apakah hukum yang memaksa itu hukum atau bukan?

“Apakah hukum yang memaksa itu hukum atau bukan? Oh bukan. itu adalah kekuasaan, tetapi bukan hukum,” pungkasnya.

Penjelasan Mahfud MD

Mahfud MD meraih gelar doktor dari Program Pascasarjana UGM, Yogyakarta pada 1993. Disertasi Mahfud MD berjudul ‘Perkembangan Politik Hukum, Studi tentang Pengaruh Konfigurasi Politik terhadap Karakter Produk Hukum’.

Mahfud MD menanggapi pernyataan dosen pembimbing disertasinya, Prof Maria. Mahfud memuji Prof Maria sebagai pakar metodologi penelitian.

“Saya bersyukur menempuh Doktor di UGM dgn dibimbing oleh Prof. Maria yang pakar metodologi yang sangat canggih. Dari beliau saya dibimbing tentang metodologi riset yang ketat agar sebuah penelitian melahirkan teoresasi yang selalu bisa dipakai. Sampai sekarang saya memanggil beliau “Bunda Maria”, kata Mahfud di akun Twitter pribadinya, @mohmahfudmd, Minggu (8/11).

Mahfud membeberkan rekomendasi dari disertasinya, salah satunya terkait judicial review melalui Pembentukan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Disertasi saya tentang “politik hukum” (legal policy) yang dibimbing oleh Prof. Maria Sumarjono memang mendalilkan hukum ortodoks/elitis lahir dari pemerintahan otoriter. Rekomendasinya: 1) Rombak konfigurasi politik agar demokratis; 2) Lembagakan judicial review melalui pembentukan MK,” katanya.

Komentar


VIDEO TERKINI