Gara-gara Persoalan Pagar, Asri Tebas Tangan Iparnya hingga Cacat

Senin, 9 November 2020 18:33

Pelaku penganiayaan, Asri (tengah)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Asri Daeng Nai, 35 tahun mendekam di balik jeruji besi Polsek Pallangga. Dia ditangkap usai menebas tangan saudara iparnya sendiri, Daeng Usman, 35 tahun.

Peristiwa pertumpahan darah itu terjadi di Dusun Bontobila, Desa Julubori, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, pada Minggu (8/11/2020) pukul 21.00 Wita.

Asri nekat menebas tangan tangan Daeng Usman dengan parang miliknya hingga putus hingga membuatnya cacat seumur hidup.

“Pelaku Asri tebas tangan iparnya itu usai menegur Alfin yang sedang membuat pagar, yang membuat pelaku sulit melintas di jalan yang dipasangi pagar itu,” kata Kata Kapolsek Pallangga, Iptu Nasruddin, Senin (9/11/2020).

Pelaku menebas hanya dengan sekali tebasan, hingga membuat tangan korban jatuh ke tanah bersama sebilah pisau yang dipakai korban saat melawan pelaku.

Akibat tebasan itu, korban pun mengalami cacat seumur hidup dan sementara menjalani perawatan medis di RSUD Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa.

“Motifnya itu, karena pelaku datang membela saudara kandungnya karena dikejar menggunakan pisau oleh korban Daeng Usman,” tambah perwira dua balok ini.

Tidak lama kemudian, pelaku yang berprofesi sebagai tukang gali kubur ini ditangkap oleh aparat kepolisian Polres Gowa, beberapa jam usai kejadian.

Tidak terkecuali sebilah parang milik pelaku dan pisau milik korban, yang keduanya gunakan saat kejadian.

Komentar


VIDEO TERKINI