HNW Bilang Pilkada Bukan Membelah untuk NKRI, Ali Taher: di Situlah Tugas Pemimpin

Senin, 9 November 2020 15:45

Hidayat Nur Wahid

FAJAR.CO.ID, BANDUNG – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengatakan bahwa Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020, sebagai wujud kedaulatan rakyat, tidak boleh keluar dari kesepakatan bahwa seluruh agenda demokrasi itu dalam rangka menguatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pilkada bukan untuk membelah NKRI, menguatkan liberalisme, menguatkan kedaerahan, atau menjalankan ketentuan yang bertentangan dengan prinsip dasar bahwa pilkada itu rezim pemilu, pemilu rezim reformasi,” kata Hidayat saat diskusi dalam rangka press gathering Pimpinan MPR bekerja sama dengan Koordinatoriat Wartawan Parlemen di Bandung, Sabtu (7/11).

Saat itu, Hidayat hadir secara virtual. Pimpinan MPR yang beken disapa dengan panggilan Ustaz HNW ini menerangkan, untuk melaksanakan Pilkada yang tidak bertentangan prinsip dasar itu, pimpinan MPR mengusulkan kepada KPU agar membuat ketentuan yang mencantumkan NKRI di dalam visi dan misi calon kepala daerah.

Hal itu bertujuan agar apa yang dilaksanakan atau dijalankan oleh kepala daerah tidak keluar dari Empat Pilar MPR. “Kalau Empat Pilar sudah dijalan berarti tidak keluar dari NKRI,” ucap HNW dalam diskusi yang bertema: ‘Visi Misi NKRI Bagi Calon Kepala Daerah’ itu.

HNW berharap pada pemilu yang akan datang masalah ini betul-betul diakomodasi, sehingga menjadi rujukan dalam menyusun visi misi calon kepala daerah.

Dengan demikian, tidak ada peserta Pilkada yang mengampanyekan trisila atau ekasila, karena yang disepakati adalah Pancasila.

Bagikan berita ini:
7
2
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar