Saat Biden “Memimpin” Dunia

Senin, 9 November 2020 09:40

Hidayat DoeAlumni Ilmu Hubungan Internasional Unhas

Sadar atau tidak, suka atau tidak, dunia hari ini masih dalam hegemoni Amerika Serikat, meski di masa Donald Trump pengaruh dan kepemimpinan AS memudar, namun dunia masih belum terlepas dari kekuasaan Amerika. Negeri Paman Sam itu masih unggul dalam berbagai sektor kehidupan. Mulai dari persenjataan, ekonomi, sains dan teknologi, AS masih belum tersalib.

Sehebat apapun kekuatan persenjataan Rusia, AS masih tetap tak terkalahkan, dinilai dari alutsista, pesawat tempur, jumlah personal militer, dan hulu ledak nuklir. Demikian juga, sekali pun pertumbuhan ekonomi AS masih merangkak akibat krisis ekonomi 2008 silam, namun hegemoni mata uangnya terhadap dunia (dollar US) masih belum tergeser. Begitu pun di ranah sains dan teknologi, khususnya IT, dominasi AS masih sangat kuat. Lihat saja bagaimana perkasanya Microsoft, Apple, dan media sosial Facebook/Twetter/Instagram.

Keunggulan AS di berbagai arena tersebut masih menempatkannya sebagai kekuatan super power yang memimpin dunia. Namun, kepemimpinan AS di mata dunia selalu dipertanyakan, utamanya di masa kepresidenan Donald Trump selama empat tahun terakhir.

Pada pemilihan presiden 2020 baru-baru ini, Trump akhirnya disingkirkan oleh saingannya, Joe Biden, dari Partai Demokrat. Sekalipun Joe Biden belum resmi memangku jabatan kepresidenan itu, hari ini kita sudah bisa meraba dan memprediksikan bagaimana Biden akan memimpin Amerika sekaligus “memimpin” dunia.

Komentar