Anjal dan Gepeng Menjamur, Legislator Makassar Siap Perjuangkan Pembangunan Lingkungan Pondok Sosial

Foto: Budi Hastuti

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Maraknya anak jalanan (anjal), pengemis dan gelandangan berkeliaran di jalan-jalan protokol Kota Makassar menjadi kontradiktif dengan aturan yang dibuat.

Hal ini menjadi keprihatinan sejumlah pihak. Perlu juga penanganan khusus untuk mengatasi masalah sosial ini yang tak jua ada solusi konkrit dari pemerintah kota.

Anggota Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Makassar, Budi Hastuti mengatakan, penanganan anjal dan gepeng saat ini sudah tidak efektif. Harus ada solusi baru untuk menghilangkan citra buruk Makassar terhadap keberadaan mereka.

“Penanganannya tidak bisa seperti sekarang, yang hanya melakukan penjaringan saja. Harus ada tindak lanjutnya supaya tidak lagi menjadi gepeng setelah terjaring petugas,” ujar Budi saat ditemui di Kantor DPRD Kota Makassar, Selasa (10/11/2020).

Legislator Gerindra ini menyebut, pemerintah kota dalam hal ini Dinas Sosial Kota Makassar harus bisa belajar dari strategi penanganan anjal dan gepeng di daerah lain. Anjal dan gepeng yang terjaring razia petugas tidak hanya diberi wejangan dan edukasi.

“Rencananya Dinsos bakal membangun fasilitas pendukung Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) sebagai wadah untuk memberikan pembinaan. Di sana dibuatkan tempat khusus untuk diberikan pelatihan. Jadi mereka bisa punya keterampilan setelah keluar nanti. Metode ini efektif untuk menekan keberadaan anjal dan gepeng,” imbuhnya.

Budi mengaku sepakat dengan gagasan Liposos yang akan diusulkan oleh Dinsos dan siap untuk diperjuangkan di APBD 2021 nanti.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR