Direktur MDI: Tolak Calon Wali Kota yang Pakai Cara Premanisme

Selasa, 10 November 2020 15:03

Direktur Mitra Demokrasi indonesia dan juga Direktur Komunikasi Lingkar Jurnal Indonesia (LJI), Andi Taufiq Aris (ATA)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Direktur Mitra Demokrasi indonesia dan juga Direktur Komunikasi Lingkar Jurnal Indonesia (LJI), Andi Taufiq Aris (ATA), mengecam tindak penikaman oleh oknum tak dikenal (OTK) terhadap salah seorang pendukung pasangan calon Wali Kota – Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando (Appi-Rahman).

Korban penusukan adalah Muharram Jaya atau akrab disapa Musjaya. Ia ditikam di sekitar area debat perdana di Gedung Kompas Gramedia, Jl Palmerah, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2020) malam.

Korban ditikam di halte depan gedung saat debat tengah berlangsung di dalam studio Kompas TV. Terkait kejadian itu, ATA sangat menyayangkan karena menurutnya ada indikasi kuat penusukan itu sudah direncanakan oleh oknum pendukung paslon lain.

Hal itu berdasarkan kronologi obrolan pada sebuah grup WhatsApp tentang Pilwali Makassar dimana korban sudah diintimidasi atau diancam oleh oknum anggota lain di grup tersebut yang diduga pendukung salah satu calon wali kota lainnya.

“Tak boleh ada orang luar atau orang lain merusak kedamaian kita yang selama ini terjalin hanya karena nafsu kekuasaan,” terang ATA, Minggu (8/11/2020).

Menurutnya, di tengah suhu politik yang makin tinggi, maka setiap calon wali kota di Pilwali Makassar harus mampu menjaga relawan atau pendukungnya untuk tidak membuat aksi-aksi premanisme yang membuat kedamaian kota makassar terganggu.

Bagikan berita ini:
9
7
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar