Djoko Tjandra Tutupi Pihak Lain dalam Kasus Jaksa Pinangki

Selasa, 10 November 2020 08:49

Djoko S Tjandra saat hadir sebagai saksi pada persidangan terhadap Pinangki Sirna Malasari (berkerudung hijau) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/11). Foto: Rocardo/JPNN.COM

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan Djoko S Tjandra sebagai saksi pada persidangan terhadap Pinangki Sirna Malasari di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (9/11).

Pada persidangan itu majelis hakim yang diketuai IG Eko Purwanto mencecar Djoko soal sejumlah inisial dalam action plan atau rencana aksi yang disusun Pinangki, guna menguruskan fatwa Mahkamah Agung (MA) bagi terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali tersebut.

Ada 10 tahap dalam action plan yang diserahkan Pinangki kepada Djoko pada pertemuan di Malaysia pada 25 November 2019 itu. Sejumlah inisial yang tercantum di dalamnya ialah BR, HA, JC, AK,P ataupun DK.

Menurut Djoko, inisial JC dalam action plan itu adalah dari namanya. Adapun AK merupakan inisial untuk pengacaranya, Anita Kolopaking, sedangkan P adalah Pinangki. “HA siapa?” cecar majelis hakim.

Namun, Djoko enggan menyebut nama dari inisial itu. “Saya tidak pantas omong nama,” ujar Djoko di kursi saksi.

“DK?” tanya hakim lagi. Djoko Tjandra hanya terdiam tak menjawab. Hakim pun menanyakan kepada Djoko Tjandra apakah Pinangki diutus oleh seseorang. Namun, Djoko mengaku tidak tahu.

Namun, Djoko menerangkan action plan yang diajukan Pinangki dan pengusaha Andi Irfan Jaya itu sangat tidak masuk akal. Oleh karena itu Djoko tak menyetujuinya.

Komentar