Gatot Tolak ke Istana untuk Penganugerahan, KAMI: Demi Menjaga Moral

Rabu, 11 November 2020 19:07

Gatot Nurmantyo (Instagram)

FAJAR.CO.ID — Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo menjadi satu-satunya yang tidak hadir dalam penganugerahan tanda jasa dan tanda kehormatan di Istana Kepresidenan, Rabu (11/11/2020).

Padahal, itu menjadi salah satu penerima tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana.

Keputusan Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu didasari lantaran masih ada anggota KAMI yang dikriminalisasi.

Demikian disampaikan anggota Komite Politik KAMI, Gde Siriana Yusuf kepada RMOL, Rabu (11/11/2020).

“Dia menjaga moral dari perjuangan selama ini, secara pribadi maupun sebagai deklarator KAMI,” ungkapnya.

Karena itu, sambung dia, Gatot ingin menjaga moral perjuangan KAMI.

“Di satu pihak anak buahnya ditangkap, jadi dia harus menjaga moral perjuangan itu,” sambungnya.

Selain itu, sikap Gatot tersebut juga sekaligus untuk menepis anggapan bahwa ia mudah dijinakkan oleh penguasa.

“Jadi dia menjaga itu agar tidak ada anggapan bahwa dia terbeli,” tegasnya.

Menurutnya, sikap itu merupakan pesan yang jelas untuk meyakinkan para pendukung KAMI.

“Bukan hanya anggota deklarator KAMI, tapi juga pendukungnya di seluruh daerah. Bahwa komitmen beliau masih besar untuk menjaga KAMI tetap kritis,” tandasnya.

Untuk diketahui, Gator Nurmantyo sendiri sudah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo yang menyatakan tidak hadir dalam pemberian tanda jasa dan tanda kehormatan.

Kendati demikian, Gatot tetap mau menerima tanda jasa kehormatan Bintang Mahaputeta Adipradana yang diberikan negara kepadanya.

Komentar