LLDIKTI Wajibkan Bahasa Inggris jadi Bahasa Kedua di Kampus

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR–Pengembangan kompetensi dan kemampuan Bahasa Inggris bagi seluruh perguruan tinggi dalam naungan LLDIKTI wilayah IX, maka dilakukan kerja sama dalam hal pengembangan kompetensi dan kualifikasi Bahasa Inggris dengan salah satu lembaga kursus bahasa Inggris.

Mahasiswa dan dosen dituntut melalui Cambridge English Program. Maka Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi IX, kini mewajibkan setiap Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sulawesi Selatan untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di kampus yang mulai diberlakukan 2021, setiap mahasiswa baru mesti memiliki skor berbahasa Inggris yang tinggi. Tak hanya dibuktikan dengan sertifikat, tetapi juga diuji skill-nya.

Ketua Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX, Prof Dr Jasruddin mengatakan konsep saat ini menuntut mahasiswa atau mereka usia 20-an tahun keatas bisa eksis dan survive di era global.

“Salah satunya dengan kemampuan bahasa internasional, diantaranya bahasa Inggris yang digunakan berkomunikasi secara global,”tuturnya.

Namun kata Prof Jasruddin, banyak mahasiswa yang gagal mendapat beasiswa LPDP ke luar negeri, ini karena terkendala bahasa Inggrisnya kurang.

Rektor UIM, Dr A Majda M Zain mengatakan disadari saat ini pentingnya keterampilan berbahasa asing, tak hanya untuk mahasiswa tapi untuk dosen. Outputnya ke depan selain dijanjikan punya skill berbahasa Inggris, mahasiswa juga bisa dapat sertifikat kompetensi pendamping ijazah. “Kami di UIM kini memperbesar belajar bahasa Inggris dan bahasa Arab,” ucapnya. (wis)

  • Bagikan