Maulid Nabi di Masa Pandemi, MUI Sarankan Via Virtual

Sekretaris MUI Sulsel, Prof Ghalib

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, Prof Ghalib menyarankan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW sebaiknya digelar secara virtual.

Lantaran pandemi Covid-19 masih mengancam masyarakat dan mengingat vaksin belum disalurkan.

Selain itu, penyebaran virus Covid-19 juga berpotensi pada perayaan umat Islam yang jatuh pada 12 Rabiul Awal atau 28 hingga 29 Oktober 2020 lalu karena bisa mengumpulkan massa.

“Misalnya itu menimbulkan kerumunan dan agak susah dikontrol maka diharapkan ada kreasi dari panitia dengan menyiapkan link virtual karena di samping ada offline, ada juga online,” ucapnya.

Menurutnya meski dirayakan secara virtual, tidak akan mengurangi hikmah dan makna dari perayaan maulid itu sendiri.

“Karena inti dari maulid adalah pernyataan kecintaan dengan mengikuti ajaran-ajarannya dan mengimplementasikan yang berkontes kekinian dan beritikad pada kerahmatan semesta alam dan akhlatul karimah,” bebernya.

lebih jauh, ia mengatakan kekhawatiran masyarakat di tengah pandemi Covid-19 dinilai wajar bila tak menghadiri acara perayaan maulid melalui pertemuan offline.

Sehingga peran panitia dalam menghadirkan fasilitas berupa link virtual dapat membantu masyarakat agar tetap menyaksikan pencerahan yang disampaikan mubaligh.

“Kalau dikhawatirkan banyak orang dan kita khawatir penyebaran bisa terjadi maka boleh jadi kita pilih secara virtual untuk mendapatkan pencerahan dari mubalig terkait keteladanan Nabi Muhammad,” tutupnya. (Msn-Anti/fajar)

Komentar


KONTEN BERSPONSOR