Penjelasan Gubernur Atas Nota Keuangan dan Ranperda Provinsi Sulsel Tentang APBD 2021

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, SULSEL – Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. HM Nurdin Abdullah menjelaskan, bahwa secara umum dalam APBD Tahun Anggaran 2021 yang akan datang secara struktur, Ranperda APBD mengalami perubahan mendasar, dari sebelumnya Belanja terdiri atas belanja tidak langsung dan belanja langsung, maka pada APBD TA.2021, Belanja Daerah terdiri atas belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer.

“Sebagai gambaran umum, Rancangan Peraturan daerah tentang APBD Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2021 dengan target tiga pendapatan daerah ditetapan sebesar Rp10,44 trilyun lebih yang bersumber dari komponen Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp4,70 trilyun lebih, Pendapatan Transfer sebesar Rp5.57 trilyun lebih dan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah sebesar Rp168,95 milyar lebih,” sebut Nurdin Abdullah.

Hal itu disampaikan Nurdin pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dalam penyampaian Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Selatan tentang APBD Tahun Anggaran 2021.

Terkait dengan target belanja daerah maka Pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Selatan merencanakan target Belanja Operasi sebesar Rp7,13 trilyun lebih yang terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp3,44 trilyun lebih; Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp1,47 trilyun lebih; Belanja Hibah sebesar Rp.2,20 trilyun lebih yang sebagian besar diperuntukkan untuk Dana Belanja Operasional Sekolah (BOS); Bantuan Sosial sebesar Rp7,61 milyar rupiah.

  • Bagikan