Sebut Revolusi Mental Gagal, Begini Analisis Ujang Komaruddin soal Revolusi Akhlak Habib Rizieq

Rabu, 11 November 2020 09:03

Direktur Indonesia Political Review Ujang Komaruddin-- dok jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai narasi Revolusi Akhlak milik Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab tampak menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Terutama, untuk menandingi Revolusi Mental yang sejak dulu digaungkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Secara politik, kata Ujang, narasi Revolusi Akhlak menandakan bahwa bahwa Revolusi Mental ala Jokowi gagal total diaplikasikan di Indonesia.

“Revolusi akhlak ala HRS merupakan antitesis dari revolusi mental Jokowi yang gagal total. Tandingan dari revolusi mental yang telah mati,” kata Ujang dalam analisisnya kepada jpnn, Rabu (11/11).

Menurut dia, narasi Revolusi Akhlak ini bisa saja terus digaungkan Habib Rizieq beserta pengikutnya. Setelah besar, narasi ini lantas menggantikan Revolusi Mental kepunyaan Jokowi.

“Bukan hanya sekadar sindiran ke Jokowi, karena revolusi mentalnya yang gagal, tetapi menjadi narasi baru yang bisa menenggelamkan revolusi mental Jokowi,” ujar dia.

Dalam analisis Ujang, Revolusi Akhlak tepat diterapkan di Indonesia. Terlebih akhlak para elite sudah rusak. Terutama, usai mengeluarkan beberapa kebijakan yang tidak mendengarkan suara rakyat.

“Jadi memang perlu diperbaiki dan kami ini hidup di zaman yang sudah tercemar. Di mana kemunafikan dipertontonkan dan diperagakan oleh para penyelenggara negara,” beber dia. (jpnn/fajar)

Komentar