Selisih Harga Hingga Rp44 Ribu, Pengadaan Barang BPNT Pangkep Diduga Dimark-Up

Rabu, 11 November 2020 16:25

Ilustrasi Bansos. FOTO: FAISAL R. SYAM / FAJAR INDONESIA NETWORK

FAJAR.CO.ID,PANGKEP-Pengadaan barang Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Pangkep diduga ada dimark up.

Ketua Lembaga Pena Hukum Aspirasi Masyarakat, Firman Hermanda menjelaskan bahwa, pihaknya menemukan selisih harga dari tiap pengadaan barang, yang harusnya diterima masyarakat belanja sebesar Rp200 ribu.

“Kami sudah turun investigasi di lapangan. Ada tiga lokasi yang jadi sampel kami. Di sana ada perbedaan selisih harga yang harusnya dibelanjakan masyarakat, kami menemukan dugaan kuat dana Bansos ini sarat akan korupsi,” paparnya.

Disebutkan bahwa, sejak Juli 2020 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan dari pemerintah melalui transfer ke rekening masing-masing KPM sebesar Rp200 ribu.

“Selisih harga yang harusnya dibelanjakan itu Rp200 ribu. Tetapi ternyata harga barang di lapangan hanya Rp156 ribu. Kami temukan selisih Rp44 ribu tiap KPM yang membelanjakan bantuannya di e-Warong,”ungkapnya.

Disebutkan bahwa, harga barang ditukar masyarakat pemilik kartu BPNT ini hanya Rp156 ribu dengan perincian harga di lapangan, yaitu beras 9 kilogram sebesar Rp81 ribu, telur ayam ras 1 rak Rp45 ribu dan ikan sarden dua kaleng Rp30 ribu.

Bagikan berita ini:
3
7
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar