Tolak Permenpan-RB No.72 Tahun 2020, PPPK Beber 9 Fakta Merugikan

Rabu, 11 November 2020 10:15
Tolak Permenpan-RB No.72 Tahun 2020, PPPK Beber 9 Fakta Merugikan

Ilustrasi para Honorer K2. Foto: dok pribadi for JPNN

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Sekitar 12 ribu penyuluh pertanian yang lulus tes PPPK (Pegawal Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) 2019, protes keras atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN-RB) Nomor 72 Tahun 2020.

Menurut Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Forum Komunikasi THL TBPP (Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian) Jawa Timur, Nur Samsu, sejumlah pasal dalam PermenPAN-RB tersebut sangat merugikan mereka. Itu sebabnya mereka menolak ketentuan dalam regulasi tersebut.

“PermenPAN-RB Nomor 72 Tahun 2020 sangat mencederai keadilan. Karena PPPK hasil rekrutmen Februari 2020 diperlakukan seperti tenaga fresh graduate, yang tidak punya pengalaman kerja dan masa pengabdian yang linear dengan tupoksi jabatan yang dituju,” kata Nur Samsu kepada JPNN.com, Rabu (11/11).

Dia menyebutkan ada sembilan fakta yang menjadi alasan penolakan atas isi dari PermenPAN-RB Nomor 72 Tahun 2020 yang dinilai merugikan seluruh PPPK tahap pertama:

  1. PermenPAN-RB Nomor 72 Tahun 2020 ini merupakan revisi atau perubahan atas PermenPAN-RB Nomor 2 Tahun 2019 tentang Pengadaan PPPK Tahap I 2019 untuk kelompok jabatan Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh Pertanian.
  2. Ruang lingkup aturan PermenPAN-RB Nomor 72 Tahun 2020 sama persis dengan PermenPAN-RB Nomor 2 Tahun 2019, yaitu hanya meng-cover kelompok jabatan Guru, Dosen, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh Pertanian sebagai formasi jabatan yang dituju peserta CAT PPPK Tahap I 2019 dengan cakupan peserta terbatas by name by address dari kelompok tenaga Guru Honorer K2 lingkup Kementerian Pendidikan Nasional, Dosen dan Tenaga Pendidikan lingkup Perguruan Tinggi Alih Status, Tenaga Kesehatan lingkup Kementerian Kesehatan, dan Tenaga Harian Lepas – Tenaga Bantu (THL TB) lingkup Kementerian Pertanian.
  3. Sesuai uraian butir nomor 2 di atas, seluruh ketentuan pada PermenPAN-RB Nomor 72 Tahun 2020 berlaku pada cakupan sesuai lingkup PermenPAN-RB Nomor 2 Tahun 2019 yaitu lingkup terbatas peserta computer assisted test (CAT) PPPK Tahap I 2019.
  4. Ada satu pasal di dalam PermenPAN-RB Nomor 72 Tahun 2020 yang punya implikasi serius dalam penerimaan hak gaji PPPK Tahap I 2019 yaitu Pasal 20B.

Ketentuan lengkap Pasal 20B adalah: (1). PPPK yang telah diangkat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20A ayat (2) diberikan gaji berdasarkan golongan gaji sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dengan masa kerja 0 (nol) setelah perjanjian kerja ditanda tangani. (2). Golongan gaji sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.

Bagikan berita ini:
6
2
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar