Uji Coba Vaksin Covid-19 Sinovas di Indonesia Aman

Rabu, 11 November 2020 16:00

Tiga kakak beradik saat menunjukan kartu peserta uji vaksin Covid-19 usai mengikuti uji klinis penyuntikan vaksin di Rumah Sakit Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran, Kota Bandung, Selasa (11/8). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengujian vaksin COVID-19 hasil kolaborasi PT Bio Farma (Persero) dengan Sinovac, China, sudah mulai memasuki tahap monitoring dan dalam kondisi masih aman.

Juru Bicara Tim Uji Klinis Fase 3 Vaksin COVID-19 Rodman Tarigan menyampaikan data per 6 November 2020, sebanyak 1.620 sukarelawan sudah mendapatkan suntikan pertama.

Kemudian, 1.603 sudah mendapatkan suntikan kedua dan 1.335 sudah masuk dalam tahap monitoring baik untuk imunogenicity, efikasi (khasiat) maupun keamanannya.

“Sejauh ini, belum ada laporan mengenai kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) yang serius atau serious adverse event (SAE) atau kejadian serius yang tidak diinginkan dari para relawan yang diduga berhubungan dengan vaksin atau kegiatan vaksinasi,” paparnya dalam keterangan, Rabu (11/11).

SAE merupakan salah satu dari KIPI yang serius dan dialami oleh penerima obat atau vaksin, tanpa memandang hubungannya dengan obat atau vaksin tersebut.

Sedangkan KIPI nonserius atau ringan adalah kejadian medis yang terjadi setelah imunisasi dan tidak menimbulkan risiko potensial pada kesehatan si penerima seperti terjadi demam, bengkak di lokasi suntikan, atau merah di lokasi suntikan.

Setiap sukarelawan yang sudah mendapatkan suntikan pertama dan kedua ini, hingga uji klinis selesai akan diawasi dan dimonitor oleh tim uji klinis, sehingga apa pun kejadian yang menimpa relawan pasti terawasi.

Komentar