Usul Fadli Zon ke Jokowi: Momentum Meninggalkan Kebijakan yang Terkesan Islamofobia

Rabu, 11 November 2020 08:36

Habib Rizieq Shihab Diapit Fahri Hamzah dan Fadli Zon (kanan) --twitter fadlizon

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota DPR Fadli Zon memberikan masukan kepada pemerintahan Presiden Jokowi pasca-kembalinya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

Rizieq pulang ke tanah air setelah kurang lebih tiga setengah tahun berada di Arab Saudi.

Wakil ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini mengatakan kepulangan Habib Rizieq Shihab, harusnya menjadi momentum bagi pemerintahan untuk meninggalkan kebijakan yang terkesan Islamofobia.

“Menurut saya, kepulangan Habib Rizieq Shihab merupakan momentum bagi pemerintah untuk lebih akomodatif terhadap aspirasi umat Islam dan meninggalkan kebijakan yang terkesan Islamofobia,” kata Fadli Zon menjawab JPNN.com, Selasa (10/11) malam.

Nah, mantan wakil ketua DPR itu mengatakan lebih baik pemerintahan Jokowi konsentrasi menghadapi isu-isu terkait pandemi Covid-19 dan perekonomian Indonesia.

“Harus konsentrasi untuk hadapi isu-isu pandemi dan ekonomi,” ungkap Fadli Zon.

Dia mengatakan kecil kemungkinan pemerintah akan mengajak Habib Rizieq Shihab bergabung. Selain itu, Fadli juga meyakini Habib Rizieq Shihab tidak akan mau bergabung dengan pemerintahan Jokowi.

“Kecil kemungkinan. HRS (Habib Rizieq Shihab) sendiri tentu tak akan mau,” jelas legislator yang duduk di Komisi I DPR itu.

Lantas apakah ada jaminan tidak akan ada gangguan lagi bagi Habib Rizieq Shihab untuk menjalankan aktivitasnya di Indonesia?

Fadli mengatakan kalau ada upaya-upaya mengganggu Habib Rizieq Shihab dalam menjalankan aktivitasnya tentu akan merugikan diri sendiri atau pemerintah, dan hanya menimbulkan kegaduhan baru.

Bagikan berita ini:
7
10
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar