Ambulans Laut Pengangkut Tenaga Medis Karam, Ini Peringatan Danlantamal VI

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Kecelakaan laut menimpa sebuah kapal ambulans laut yang mengangkut 25 penumpang, Rabu malam (11/11/2020). Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kapal lainnya agar berhati-hati terutama saat berlayar di malam hari yang dianggap rawan kecelakaan.

Komandan Lantamal VI Makassar Laksamana Pertama, Brigjen TNI Benny Sukandari, mengatakan, kapal ambulans yang bocor pada pukul 19.45 Wita di perairan Pulau Bone Tambung, memang berangkat dari Pulau Lanyukang ke Dermaga Losari pada malam hari.

Perwira TNI berpangkat satu bintang ini menjelaskan, aturan berlayar pada malam hari, apalagi mengangkut banyak nyawa memang tidak ada. Tetapi harus dipikir lebih matang lagi.

"Sebenarnya tidak dilarang berlayar pada malam hari dan siang hari. Namun kalau berlayar pada malam hari, kita harus hati-hati. Kalau kita bedakan kedalaman, selain alat yang ada, sulit dengan mata telanjang," katanya, Kamis (12/11/2020).

Jika malam hari, lanjut dia, persoalan tentang dalam atau dangkalnya laut sangat sulit diketahui jika pada malam hari, meskipun telah menggunakan peralatan yang ada.

"Seperti kedalaman. Ternyata kedangkalan. Sehingga kita temui kendala tadi, terbawa arus dan angin, tahu-tahu kapal kita udah duduk di atas pasir," pungkasnya.

Beruntung dalam kecelakaan laut itu, 25 penumpang yang terdiri dari 22 tenaga medis dan tiga ABK selamat dari peristiwa tersebut.

Hanya saja, saat para penumpang dibawa ke dermaga Lantamal VI, beberapa dari mereka sudah dalam kondisi trauma atas peristiwa pada malam hari tadi.

"Mereka terombang ambing di laut selama sekitar satu setengah jam. Tapi semuanya selamat dan masih dalam pemulihan psikis semuanya lalu diantar ke tempat tujuan mereka," tutupnya.

Diketahui, kapal jenis ambulans laut yang mengangkut 25 orang penumpang, mengalami kecelakaan saat berlayar di perairan Pulau Bone Tambung, Rabu (12/11/2020) pukul 19.45 Wita.

Kapal yang berlayar dari Pulau Lanyukang ini mengalami kebocoran pada bagian lambung, akibat hempasan ombak yang kuat pada malam itu.

Akibatnya, 25 orang penumpang ini terpaksa dievakuasi tim Basarnas menggunakan kapal KAL Mamuju I-6-64 milik Lantamal VI Makassar sekitar pukul 20.30 Wita. (Ishak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan