Kasus Covid-19 Meningkat, Diskes Makassar Kembali Wacanakan Swab Massal

Kamis, 12 November 2020 20:34

Ilustrasi tes swab

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kasus Covid-19 di Makassar kembali naik seminggu terakhir pasca libur panjang akhir bulan lalu. Masyarakat mesti waspada.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Makassar, Agus Djaja Said mengatakan, pihaknya berencana kembali menggelar swab massal secara gratis. Rencana itu sementara dikoordinasikan bersama tim ahli Satgas Covid-19 Makassar dan Pemprov Sulsel.

“Kita mau lihat dahulu apakah kita bisa dapat alat untuk melakukan swabnya. Kalau ada kita akan lakukan lagi swab massal untuk mendeteksi penyebaran virus di masyarakat secara dini,” ungkapnya, Kamis (12/11/2020).

Agus menambahkan, kenaikan kasus bisa saja terjadi selama libur panjang. mobilitas masyarakat masuk dan keluar Kota Makassar memang meningkat. Sehingga potensi penularan juga cukup besar.

“Memang libur panjang ini kunjungan orang datang ke Makassar kan meningkat. Jadi ini sangat mempengaruhi. Meski pengawasan sudah dilakukan,” kata dia.

Diakuinya, proses tracking juga terus dilakukan. Namun, mobilitas masyarakat yang cukup tinggi sulit diimbangi. “Tetapi kita akan terus koordinasi termasuk dengan tim yang melakukan operasi yustisi,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Tim Ahli Covid-19 Makassar, Ansariadi mengatakan, jumlah kasus baru di Makassar dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan. Kenaikannya mencapai 40 persen dari jumlah kasus pekan sebelumnya.

Dia mencatat, pada 2-8 November kasus terkonfirmasi positif mengalami kenaikan yang cukup besar. Dari 114 menjadi 159 kasus di pekan lalu. Sehingga membuat Rt Makassar naik lagi.

“Angka pertumbuhan di Makassar mejadi 1,1 Rt (Reproduksi Efektif) kita. Padahal minggu sebelumnya sempat 0,77. Ini menunjukkan terjadin peningkatan penualaran di masyarakat,” paparnya.

Dia menyebut ada beberapa faktor penyebab naiknya kasus tersebut. Salah satu berasal dari masyarakat yang sudah melakukan perjalanan saat libur panjang.

“Mungkin juga lemahnya penerapan protokol kesehatan, testing, dan tracing yang mungkin agak menurun kinerjanya. Itu semua faktor terjadinya peningkatan,” bebernya.

Menurutnya, standar upaya pencegahan yang direkomendasikan WHO perlu ditingkatkan. Tracing yang selama ini dilakukan tidak boleh kendor. Dampaknyabisa berbahaya.

“Harus masif lakukan tracking terhadap semua yang pernah kontak dengan mereka yang positif. Untuk memastikan apakah mereka tertular atau tidak. Jika ada yang positif segera lakukan isolasi mandiri,” tegasnya.(Msn-ikbal/fajar)

Komentar