Lanjutan Kasus Gratifikasi Nurhadi, Nama Marzuki Alie dan Pramono Anung Mencuat

Kamis, 12 November 2020 19:35

Sekretaris Kabinet Pramono Anung (Foly akbar/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID — Nama Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung mencuat dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono.

Kedua nama tokoh nasional itu mencuat ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) menggali keterangan dari Komisaris PT Multitrans Logistic Indonesia, Hengky Soenjoto yang merupakan kakak kandung dari penyuap Nurhadi dan Rezky, Hiendra Soenjoto.

Mulanya, Jaksa Wawan Yunarwanto membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Nomor 52. Jaksa Wawan mengonfirmasi keterangan di BAP soal kedekatan Hiendra dengan Marzuki Alie.

Sebab, Hiendra pernah berperkara dengan Direktur Keuangan PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Azhar Umar di Polda Metro Jaya. Dalam BAP, Hengky diminta tolong oleh adiknya Hiendra untuk menyampaikan ke Marzuki Alie dan Pramono Anung terkait penangguhan penahanan.

“Marzuki Alie sangat dekat, tapi setelah Hiendra Soenjoto melawan Azhar Umar saya pernah dimintai tolong oleh Hiendra agar disampaikan ke Marzuki Alie, agar disampaikan ke Pramono Anung Menteri Sekretaris Negara saat itu agar penahanan Hiendra ditangguhkan,” kata Jaksa Wawan membacakan BAP di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (11/11).

“Hal itu disampaikan di kantor Hiendra di komplek pergudangan saat pertemuan saya pertama dengan Marzuki Alie, namun pada saat itu Hiendra tidak bisa keluar tahanan juga,” sambungnya.

Komentar


VIDEO TERKINI