Gus Choi: Jangan Dipelintir Lagi Seolah Jokowi Mengkriminalisasi Ulama

Jumat, 13 November 2020 13:40

Presiden Jokowi. Foto: ANTARA/HO/Setpres-Lukas

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ajakan rekonsiliasi dengan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) yang disampaikan Habib Rizieq Shihab dinilai janggal.

Sebab, pemerintah juga tidak perlu melakukan rekonsiliasi. Selain itu, pemerintah juga tidak ada masalah dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

Demikian disampaikan politikus Partai NasDem Achmad Effendy Choirie dilansir PojokSatu.id dari JPNN, Jumat (13/11/2020).

“Memang salahnya Presiden Jokowi apa kepada Habib Rizieq?” katanya.

Pria yang akrab disapa Gus Choi ini malah menyebut bahwa apa yang menimpa HRS itu lantaran karena ulahnya sendiri.

Juga karena HRS selalu menyalahkan pemerintah dalam setiap hal.

“(Yang dialami) Rizieq kan karena ulahnya sendiri, karena dia selalu menyalahkan pemerintah terus-menerus,” sambungnya.

Sebaliknya, Gus Choi menilai cukup aneh jika selama ini mereka mengkritik pemerintah tapi tiba-tiba mengajak rekonsiliasi.

“Dia (Habib Rizieq) tidak melihat kelebihan pemerintah tapi melihatnya negatif terus yang itu dicari-cari menurut dia. Nah, kok ngajak rekonsiliasi. Terus gimana?” heran dia.

Terkait tudingan bahwa pemerintah melalukan kriminalisasi terhadap ulama, Gus Choi juga membantahnya.

Menurutnya, itu tidak lebih dari tudingan miring yang selalu digembor-gemborkan sekaligus menjadi kekeliruan besar.

“Jadi, jangan dipelintir lagi seolah Jokowi mengkriminalisasi ulama. Itu kan kebohongan yang luar biasa kepada publik,” katanya.

“Mengkriminalisasi ulama itu pembalikan fakta yang luar biasa. Berarti kebohongan kepada publik yang luar biasa,” tegasnya.

Komentar