JK dan Rizal Ramli Saling Kritik, Bambang Susanto Priyohadi: Tegas dan Keras Memang Iya

Jusuf Kalla dan Rizal Ramli. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Tenaga Ahli Kementerian Koordinator Kemaritiman Maritim, Bambang Susanto Priyohadi mengkritisi pernyataan Jusuf Kalla alias JK soal Rizal Ramli gagal menjadi menteri keuangan (Menkeu) di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 2004-2009.

Bambang mematahkan pernyataan JK yang juga wakil presiden di periode pertama pemerintahan SBY soal para pejabat eselon I Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menolak jika Rizal ditunjuk jadi Menkeu.

Menurut Bambang, tidak masuk akal bila pejabat eselon I berani mempertaruhkan jabatan dengan menolak keinginan presiden. Terlebih lagi, menteri pilihan presiden itulah yang memimpin para eselon I.

“Jadi, saya pikir tidak mungkin mereka mau mempertaruhkan jabatan hanya karena tidak suka dengan figur menteri yang akan memimpin mereka. Lagi pula pemilihan menteri kan bukan urusan eselon satu,” ujar Bambang melalui layanan pesan singkat kepada awak media, Jumat (13/11).

Mantan birokrat senior itu menambahkan, pernyataan JK justru bernuansa fitnah saat menyinggung soal Rizal Ramli. Salah satunya ialah pernyataan mantan ketua umum Golkar itu soal Rizal tak memahami persoalan dan kerap melontarkan kata-kata yang kasar kepada bawahan.

“Selama saya pernah bekerja dengan Rizal Ramli, saya tak pernah dengar memaki bawahannya dengan sebutan kebun binatang. Kalau bicara tegas dan keras memang iya,” tutur Bambang.

Memang, Rizal hanya dua bulan menjabat Menkeu di era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Namun, Bambang menegaskan bahwa singkatnya masa kerja Rizal sebagai Menkeu tak ada kaitannya dengan kinerja.

Komentar


KONTEN BERSPONSOR