Orang Jakarta Mayoritas Larinya ke Jawa Barat, Ridwan Kamil: Hati-hati

Jumat, 13 November 2020 14:40

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Foto: Antara/HO Humas Pemprov Jabar.

FAJAR.CO.ID, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut kasus positif COVID-19 di Jabar dua minggu usai libur panjang Maulid Nabi SAW pada 28 Oktober hingga 1 November 2020 mengalami kenaikan.

Menurut Kang Emil, kenaikan itu tidak setinggi liburan panjang Agustus 2020. “Ini menandakan protokol kesehatan 3M dan pembatasan di destinasi wisata itu dilakukan dengan baik,” ujar Emil, Jumat.

Evaluasi tersebut, kata dia, juga disampaikan oleh pihaknya ke Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhur Binsar Pandjaitan melalui konferensi video dari Gedung Pakuan.

Menurut Kang Emil kenaikan kasus setelah libur logis sebagai konsekuensi aktivitas warga. Tetapi, menurutnya, yang patut disyukuri penting terjadi penurunan tren.

Provinsi dengan banyak destinasi wisata seperti Jabar memang berisiko ada kenaikan kasus COVID-19 terutama di masa libur panjang. “Dan memang risiko tinggi ada di kami karena penerbangan orang jarang. Sekarang orang berwisata naik sepeda motor atau mobil, dan orang Jakarta mayoritas larinya ke Jabar,” katanya.

Mengantisipasi libur Natal dan Tahun Baru akhir Desember, Emil meminta pemkab/pemkot di Jabar mengantisipasi dengan merancang sistem pencegahan terintegrasi di tempat-tempat wisata dan pintu masuk daerah.

“Hati-hati dan perbaiki (protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung wisata), karena libur panjang akan hadir di bulan Desember,” katanya.Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan membenarkan, usa libur panjang memang terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi COVID-19, namun tidak setinggi libur panjang sebelumnya.

Komentar