Buaya Dianggap Jadi-jadian Dibawa Pulang, MUI: Kalau Berubah, Berarti Jin

Sabtu, 14 November 2020 18:34

Buaya yang dianggap jadi-jadian oleh sejumlah warga.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Temuan seekor buaya di pinggiran Sungai Tello, Kota Makassar beberapa hari lalu dianggap jadi-jadian oleh warga sekitar. Hal itu membuat MUI Sulsel angkat bicara.

Sekretaris Umum MUI Sulsel, Prof Dr KH Muh Ghalib, mengatakan, buaya itu bisa saja hanya binatang pada umumnya. Namun, warga justru anggap sebagai jadi-jadian. Bahkan sebagai keturunan manusia.

Namun, hal itu perlu digali lagi lebih dalam. Kata dia, jika binatang buas itu bisa berubah atau menghilang, berarti itu bukan buaya sembarangan.

“Kalau itu (buaya) bisa berubah, berarti itu jin yang bisa berubah bentuk dan bisa hilang. Kalau tidak, ya buaya saja,” katanya, Sabtu (14/11/2020).

Dalam beberapa video yang viral di media sosial, buaya tersebut sempat dibawa ke rumah warga dan didiamkan dalam sebuah kain kafan, sambil jadi bahan tontonan warga sekitar.

Namun alumni S3 Tafsir Al-Qur’an IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun 1997 ini menyarankan, buaya tersebut sebaiknya dibawa ke tempat penangkaran atau pihak yang berwajib dalam hal perawatan hewan buas.

“Kalau dia dipelihara dan tidak berubah juga merusak warga, dan warga bisa pelihara baik, (tapi) bagusnya dibawa ke kebun binatang,” jelas pria kelahiran Bantaeng, 1 Oktober 1959 ini.

KH Muh Ghalib sama sekali tidak menyalahkan warga yang beranggapan demikian soal buaya tersebut. Dia meyakini, binatang buas itu hanya binatang biasa saja.

Komentar