Ungkap Dugaan Salah Tangkap Terhadap Dosen, Tiga Saksi Ini Diminta Dihadirkan

Sabtu, 14 November 2020 17:32

Dosen yang jadi korban salah tangkap (tengah).

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI) masih tetap ngotot kepada Polda Sulsel, untuk serius mengungkap dugaan salah tangkap yang dialami oleh Andry Mamonto, 27 tahun.

Diketahui, dugaan salah tangkap terhadap dosen dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) ini, terjadi saat demo berujung bentrok di Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, pada Oktober 2020 lalu.

Dari kabar sebelumnya, sudah ada lima saksi dari polisi yang sudah diperiksa untuk mengungkap kasus yang membuat korban Andry babak belur pada bagian wajah.

Namun PBHI menuntut penyidik di Polda Sulsel untuk menghadirkan tiga orang ini. Di antaranya seorang pedagang bakso dan dua orang pedagang salad buah.

Ketiganya dianggap melihat Andry di lokasi kejadian saat itu. Makanya PBHI Sulsel minta agar mereka dipanggil dan membenarkan, bahwa Andry bukan bagian dari massa aksi bentrok.

“Masih ada juga beberapa saksi fakta pada saat kejadian, yang belum diambil keterangannya. Yaitu tukang bakso dan dua orang laki-laki penjual salad buah yang ada saat itu,” kata Ketua PBHI Sulsel, Abdul Aziz Saleh, Jumat (13/11/2020).

Tim investigasi yang dibentuk oleh Polda Sulsel untuk mengungkap dugaan salah tangkap ini pun, juga diharapkan menangkap oknum yang memukul korban dan mengira dia adalah massa aksi bentrok.

“Saya harap tim yang sudah dibentuk segera bekerja secara profesional. Juga mengedepankan asas persamaan di hadapan hukum serta asas non diskriminasi,” jelas dia dalam rilisnya.

Komentar