Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Nyaris jadi Korban Menara Radio yang Roboh

  • Bagikan
Menara pemancar radio di kampus UIN Alauddin rubuh.

FAJAR.CO.ID, GOWA - Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, nyaris jadi korban akibat robohnya menara pemancar radio di kampusnya itu.

Namanya Dr Firdaus Muhammad. Selain dia yang mengetahui sebab robohnya menara setinggi 50 meter ini, dirinya juga nyaris tertimpa material yang terbuat dari besi itu.

"Dua jam sebelumnya, saya parkir di tempat jatuhnya ini. (Menara). Bayangkan saya biarkan mobil tertinggal," katanya, Minggu (15/11/2020).

Beruntung, sebelum menara pemancar siaran radio milik Syiar FM itu roboh, mobil miliknya sudah dipindahkan ke tempat aman.

Jika hal tersebut terjadi, mungkin mobil miliknya sudah rusak dan bisa saja Firdaus mengalami luka jika dia masih berada di dalam mobilnya tersebut.

Sementara titik jatuhnya menara itu, berada tepat berada di sebuah tanah lapang dan tidak ada mahasiswa yang melintas saat itu dan tidak menimbulkan korban jiwa.

Beruntung pula, menara itu tidak sampai jatuh ke arah bangunan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, yang bisa saja membuat kerusakan lebih dalam kampus tersebut.

"Kalau kerugian atas kejadian ini tidak sampai ratusan juta. Palingan hanya puluhan juta saja. Rencana kita akan pangkas ketinggian menara ini, dan sama tinggi dengan gedung tersebut," tambahnya.

Penyebab pasti robohnya menara yang dibangun sejak tahun 2010 itu murni karena alam. Guyuran hujan disertai angin kencang siang tadi, membuat menara itu roboh dan menimpa gazebo dan beberapa ranting pohon di sana.

"Ini murni peristiwa alam yang kemudian menimpa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN. Setelah diterpa hujan dan angin kencang hingga akhirnya jatuh," tutup Dr Firdaus. (Ishak/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan