Positif Covid di Tahanan, Rekan Sesama Aktivis Minta Jumhur dan Syahganda Dilepas

Senin, 16 November 2020 17:16

Anggota KAMI yang ditahan di Bareskrim, Jumhur Hidayat dan Syahganda Nainggolan (dua depan).

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Tersangka kasus dugaan ujaran kebencian atau hoaks sehingga menyebabkan aksi menolak UU Cipta Kerja berujung ricuh, Jumhur Hidayat dinyatakan positif Covid-19.

Anggota Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu terkonfirmasi positif Covid-19. Ia sebelumnya mendekam di Rumah Tahanan Bareskrim Polri.

Pihak keluarga lalu meminta surat permohonan pembantaran ke kepolisian. Sejak Minggu malam (15/11/2020) Jumhur telah dibantarkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Atas kejadian itu, rekan sesama aktivis meminta kepolisian untuk melepas tahanan lainnya demi mencegah penularan Covid-19.

Aktivis 98, Haris Rusly Moti bahkan membandingkan status tersangka Jumhur dan Syahganda Nainggolan dengan sejumlah napi koruptor, perampokan dan pembunuhan yang justru dibebaskan kemenkumham saat pandemi Covid-19.

“Sobat, jika napi koruptor, perampokan & pembunuhan saja dapat dibebaskan oleh Menkumham demi cegah penularan Covid. Kenapa tahanan politik seperti Syahganda & Jumhur yang belum terbukti lakukan kekerasan, malah tetap ditahan, hingga Jumhur tertular Covid?” kata Haris di akun Twitter @motizenchannel, Senin (16/11/2020).

Tak hanya Jumhur, tahanan Bareskrim lainnya juga dinyatakan positif Covid. Seperti Sugi Nur Raharja atau Gus Nur, yang kini juga dibantarkan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.

Termasuk lima orang lainnya adalah Juliana, Novita Zahara, dan Wahyu Rasasi yang terafiliasi dengan KAMI. Lalu Kewa Siba, tahanan perkara penipuan, serta Drelia Wangsih, tahanan perkara penipuan penjualan logam mulia daring.

Bagikan berita ini:
9
3
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar